Sistem Ganjil Genap Jakarta
Pro dan Kontra Sistem Ganjil Genap DKI, Suami Dewi Persik, Pengusaha Gas dan Mahasiswa Berkomentar
Sejumlah reaksi diberikan oleh warga Jakarta yang langsung merasakan dampak aturan pembatasan kendaraan ganjil dan genap.
Penulis: Roifah Dzatu Azma
Editor: Claudia Noventa
"Dan harus di antar setiap hari juga oleh kami ke pangkalan dalam artian penyalur resmi, " paparnya pada Sabtu (7/9/2019).
• Ditilang karena Langgar Aturan Ganjil Genap, Penumpang Mobil Ini Coba Suap Polisi dengan Rp 50 Ribu
Ia mengaku telah berdiskusi dengan Dinas Perhubungan akan masalah ini.
Solusi yang diterimanya, Dinas Perhubungan meminta kepada para agaen untuk mengganti plat nomor dari hitam menjadi kuning.
Udin mengeluh bahwa mengganti pelat kuning tak mudah.
"Proses perubahan ke Plat kuning, tidak semudah membalikan telapak tangan. Distribusi Elpiji bersifat harian dan tidak bisa berhenti penyaluran tiap hari," ujar Udin.
"Ribuan truk elpiji akan mandek bila tidak diberikan dispensasi. Siapa mau tanggungjawab bila terjadi kelangkaan elpiji di masyarakat?," ucap dia.
Udin mengharapkan ada dispensasi yang diberikan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswean untuk pihaknya.
Keluahan kembali dilayangkan, kali ini oleh Sejumlah mahasiswa pengemudi mobil yang berkuliah di Yayasan Administrasi Indonesia (YAI) Jakarta Utara, dikutip TribunWow.com dari saluran YouTube tvOneNews, Senin (9/9/2019).
• Akan Jalani Training Pertama di Kantor, Pegawai Ini Terkena Tilang Ganjil Genap dan Hampir Menangis
Mereka mengaku mengaku merasa repot lantaran sistem ganjil genap telah berlaku di Jalan Salemba Raya Sisi Barat.
"(Sudah) tahu, makanya sudah prepare, parkinya di McDonalds di situ, karena kan kebetulan aku kuliah di YAI, jadi kalau misalkan ini (lewat) kena (ganjil genap) ya repot. Akhirnya jalan kaki ke situ," ujar Virza.
Virza mengaku jika dari rumah tak akan terkena sistem ganjil genap.
"Sebenarnya enggak, karena lewat Bukit Duri, Manggarai, kebetulan emang rumah di Tebet, jadi lewat Bukit Duri, jalan biasa terus langsung kena (ganjil genap) di sini. Kalau rumahnya enggak," ungkapnya.
Dikeluhkannya, ia merasa repot jika harus berjalan terlebih dahulu ke kampusnya.
"Sebenarnya merasa repot sih, biasanya naik mobil kan langsung ke kampus udah. Kalau sekarang harus jalan dulu, panas. Gitu," ungkapnya.
Sedangkan ia mengaku akan mencoba beralih angkutan umum jika memang mempermudah ke tempat tujuan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/kendaraan-bermotor-melambat-akibat-terjebak-kemacetan.jpg)