Tips Kesehatan
Apakah Duduk Terlalu Lama Bisa Berdampak Negatif bagi Kesehatan? Ini Penjelasannya
Apakah duduk berlebihan dapat memiliki efek kesehatan yang negatif? Simak ulasan dan penjelasannya.
Penulis: Maria Novena Cahyaning Tyas
Editor: Rekarinta Vintoko
Ini sangat membatasi kalori yang Anda bakar melalui NEAT.
Studi melaporkan bahwa pekerja pertanian dapat membakar hingga 1.000 kalori lebih banyak per hari daripada orang-orang yang bekerja di meja kerja.
Ini karena pekerja pertanian menghabiskan sebagian besar waktu mereka berjalan dan berdiri.
• 5 Manfaat Makanan Pedas bagi Kesehatan yang Jarang Diketahui, Dapat Memperpanjang Usia
Duduk meningkatkan risiko kenaikan berat badan
Semakin sedikit kalori yang Anda bakar, semakin besar kemungkinan Anda untuk menambah berat badan.
Inilah sebabnya mengapa perilaku menetap sangat erat kaitannya dengan obesitas.
Bahkan, penelitian menunjukkan bahwa orang dengan obesitas duduk rata-rata dua jam lebih lama setiap hari daripada orang dengan berat badan normal.
Duduk dikaitkan dengan kematian dini
Data pengamatan dari lebih dari 1 juta orang menunjukkan bahwa semakin Anda menetap, semakin besar kemungkinan kematian dini.
Bahkan, orang yang paling banyak duduk memiliki risiko 22-49% lebih besar dari kematian dini.
Namun, meskipun mayoritas bukti mendukung temuan ini, satu studi tidak menemukan hubungan antara waktu duduk dan kematian secara keseluruhan.
Studi ini memiliki beberapa kelemahan, yang kemungkinan menjelaskan mengapa hal itu bertentangan dengan semua penelitian lain di daerah tersebut.
• 5 Manfaat Telur Puyuh bagi Kesehatan, Mengurangi Risiko Kanker hingga Tingkatkan Kekebalan Tubuh
Perilaku menetap terkait dengan penyakit
Perilaku menetap secara konsisten dikaitkan dengan lebih dari 30 penyakit dan kondisi kronis, termasuk peningkatan 112% risiko diabetes tipe 2 dan peningkatan 147% risiko penyakit jantung.
Penelitian telah menunjukkan bahwa berjalan kurang dari 1.500 langkah per hari, atau duduk dalam waktu lama tanpa mengurangi asupan kalori, dapat menyebabkan peningkatan besar pada resistensi insulin, yang merupakan pendorong utama diabetes tipe 2.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/duduk-nih.jpg)