Breaking News:

Kalimantan Timur Ibu Kota Baru

Reaksi Prabowo soal Ibu Kota RI Pindah ke Penajam dan Kutai Kaltim, Singgung Usul Gerindra 2014 Lalu

Prabowo memberikan sejumlah catatan penting mengenai wacana pemindahan Ibu Kota Negara tersebut, apa saja?

Editor: Lailatun Niqmah
KOMPAS.com/Haryantipuspasari
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menari poco-poco setelah jadi inspektur upacara bendera, Sabtu (17/8/2019). 

TRIBUNWOW.COM - Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto setuju dilakukan pemindahan Ibu Kota Negara dari Jakarta ke sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian Kutai Kartanegara, di Kalimantan Timur (Kaltim).

"Pak Prabowo menyampaikan kepada seluruh anggota Fraksi Gerindra bahwa usulan pemindahan Ibu Kota sudah menjadi usulan rencana jangka panjang yang menjadi usulan Gerindra sejak 2014 lalu," ujar Juru Bicara Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak ketika dihubungi, Selasa (27/8/2019).

Hanya saja, Prabowo memberikan sejumlah catatan penting mengenai wacana pemindahan Ibu Kota Negara tersebut.

Catatan pertama, pemindahan ibu kota harus didasari dengan kajian yang baik dan dapat dipertanggung jawabkan.

"Tidak grasa-grusu, dan menjadi program jangka panjang yang dipersiapkan dengan matang," jelas Dahnil.

Catatan kedua, pemindahan ibu kota harus didasari dengan pandangan ekonomi oppourtunity cost (Biaya Kesempatan) selain tentu financial cost (Biaya Keuangan), yang pondasi dasarnya tentu adalah prioritas.

Ibu Kota RI Pindah ke Penajam dan Kutai Kalimantan Timur, Pedagang: Curhat Bau Sampah hingga Selokan

 

"Jangan sampai rencana tersebut mengabaikan masalah paling dasar lain," ulasnya.

Catatan ketiga, masalah paling dasar lain kapasitas negara menyelesaikan kemiskinan, pengangguran, dan kedaulatan ekonomi seperti kedaulatan pangan, kedaulatan energi dan pertahanan dan keamanan.

"Karena semua masalah yang tadi disebutkan adalah masalah primer kita sebagai bangsa dan negara," tegasnya.

Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto menerima kunjungan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PPP (Partai Persatuan Pembangunan) Suharso Monoarfa di kediamannya di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (15/8/2019).
Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto menerima kunjungan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PPP (Partai Persatuan Pembangunan) Suharso Monoarfa di kediamannya di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (15/8/2019). (Tribunnews.com/ Rizal Bomantama)

Catatan Keempat, pemindahan Ibu kota, selain memperhatikan prioritas, kesenjangan ekonomi, juga harus memperhatikan dampak sosial, budaya dan politik bagi persatuan dan kesatuan NKRI.

Karena pemindahan ibu kota tidak sekedar masalah ekonomi, namun ada masalah antropologis (budaya) dan masalah geopolitik, pertahanan, keamanan, juga masalah lingkungan hidup dan lainnya.

Jadi tidak boleh pandangan pemindahan ibu kota sekedar dilihat dari sisi ekonomi.

"Pada prinsipnya, beliau dan Gerindra mendukung segala upaya baik yang pro masa depan, bukan upaya yang abai masa depan. Sukses selalu untuk Pak Jokowi dan jajarannya," jelasnya.

Sandiaga Uno: Apakah Pemindahan Ibu Kota Sebanding dengan Biaya yang Dikeluarkan?

Mekanisme Pembahasan Pemindahan Ibu Kota di DPR

Presiden Jokowi telah memutuskan memindahkan ibu kota dari Jakarta ke Kalimantan Timur tepatnya di kabupaten Kutai Kertanegara serta Kabupaten Penajam Paser Utara.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
Tags:
Penajam Paser UtaraKutai KartanegaraPemindahan Ibu KotaIbu Kota Baru
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved