Terkini Daerah

Ayah Beristri 5 di Lumajang Perkosa Anak Remajanya Selama 4 Tahun hingga Kondisi Psikis Terganggu

Ayah yang punya 5 orang istri di Lumajang perkosa anak remajanya selama 4 tahun hingga kondisi psikis putrinya terganggu.

Ayah Beristri 5 di Lumajang Perkosa Anak Remajanya Selama 4 Tahun hingga Kondisi Psikis Terganggu
Surya.co.id/sri Wahyunik
Polisi menginterogasi ayah beristri 5 yang memerkosa anak kandungnya sendiri di Lumajang. 

TRIBUNWOW.COM - Pria beristri lima, SS (44), warga Kecamatan Pronojiwo, Lumajang, memperkosa anak kandungnya yang masih 19 tahun selama 4 tahun hingga kondisi psikis putrinya terganggu.

Dikutip TribunWow.com dari Surya.co.id, Kamis (1/8/2019), kepada Kapolres Lumajang, korban mengaku diperkosa sejak 2016 hingga 2019.

Kasus pemerkosaan anak kandung oleh ayahnya itu terungkap setelah korban kabur ke Polsek Senduro, Lumajang, Senin (29/7/2019).

Saat itu, SS mengajak putrinya untuk check in ke sebuah hotel di Kecamatan Senduro yang tak jauh dari Mapolsek Senduro.

Korban sempat beralasan ke kamar mandi hingga akhirnya kabur untuk melaporkan tindakan bejat sang ayah.

Ayah Kandung di Padang Sidempuan Perkosa Putrinya Selama 6 Tahun sejak Kelas 1 SD

Pihak Polsek Senduro langsung berkoordinasi dengan Polres Lumajang untuk menangani kasus pemerkosaan ayah terhadap anaknya itu.

"Beralasan ke kamar mandi, korban berusaha kabur dan bisa lari. Lari ke Polsek Senduro yang berjarak kurang dari 100 meter dari hotel itu," kata Kasat Reskrim Polres Lumajang, AKP Hasran, Rabu (31/7/2019).

Hasran meminta pihak Polsek Senduro menangkap SS dan menyerahkannya ke Polres Lumajang untuk ditangani Unit PPA Satreskrim Polres Lumajang.

Diketahui SS merupakan warga Kecamatan Pronojiwo yang rumahnya tak jauh dari Kecamatan Senduro.

Korban merupakan anak kedua SS dan merupakan hasil pernikahan siri dengan istri keduanya.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Ifa Nabila
Editor: Ananda Putri Octaviani
Sumber: Surya
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved