Terkini Daerah

Ayah Beristri 5 di Lumajang Perkosa Anak Remajanya Selama 4 Tahun hingga Kondisi Psikis Terganggu

Ayah yang punya 5 orang istri di Lumajang perkosa anak remajanya selama 4 tahun hingga kondisi psikis putrinya terganggu.

Ayah Beristri 5 di Lumajang Perkosa Anak Remajanya Selama 4 Tahun hingga Kondisi Psikis Terganggu
Surya.co.id/sri Wahyunik
Polisi menginterogasi ayah beristri 5 yang memerkosa anak kandungnya sendiri di Lumajang. 

Saat diperiksa polisi, korban mengaku sang ayah memaksa dan mengancamnya untuk melakukan persetubuhan itu.

Seperti Kesetanan, Pria di Pelalawan Riau Rebut Anak dari Gendongan dan Perkosa Ibunya

"Pelaku ini juga mengancam, bahkan memukul korban," kata Hasran.

Awalnya korban enggan menyebut berapa kali dirinya diperkosa sang ayah hingga akhirnya mengaku sebanyak 40-50 kali dari 2016 hingga 2019 hingga kondisi psikisnya kini terganggu.

Sementara itu pelaku saat diinterogasi dipimpin oleh Kapolres Lumajang, SS mengakui dirinya memperkosa sejak 2016 hingga 2019 namun hanya sebanyak enam kali.

"Enam kali, Pak. Dari tahun 2016 sampai 2019," ucap SS yang wajah dan kepalanya ditutupi saat proses interogasi.

Kronologi Order Fiktif Grab di Warung Bebek Ciphuk Malang, Transaksi Capai Rp 40 Juta dalam 3 Hari

SS punya modus untuk menasihati korban, daripada bersetubuh dengan pacarnya, lebih baik dengan dirinya saja yang tak lain adalah ayahnya sendiri.

Dalam melakukan aksi bejatnya, SS menyuruh putrinya minum pil KB.

SS memiliki lima orang istri dan tinggal bersama istri kelima, sedangkan empat istri lainnya bekerja di luar negeri.

Dari pemeriksaan polisi, tiga istri dinikahi secara sah, dan dua orang lainnya secara siri.

Kini SS terancam hukuman penjara maksimal 15 tahun dan denda maksimal Rp 5 miliar.

SS terjerat Pasal 81 UU RI No 17 tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU RI No 1 tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU RI No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

(TribunWow.com/Ifa Nabila)

WOW TODAY:

Ikuti kami di
Penulis: Ifa Nabila
Editor: Ananda Putri Octaviani
Sumber: Surya
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved