Kabar Tokoh

Kata Yusril Ihza Mahendra soal Kasus Habil Marati hingga Strategi Rekonsiliasi Pilpres

Yusril Ihza Mahendra angkat bicara soal kasus Habil Marati hingga strategi rekonsiliasi Pilpres.

Kata Yusril Ihza Mahendra soal Kasus Habil Marati hingga Strategi Rekonsiliasi Pilpres
KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO
Kuasa hukum pasangan Joko Widodo-Maruf Amin, Yusril Ihza Mahendra, saat ditemui di kantornya, Kasablanka Office Tower, Jakarta, Jumat (12/7/2019). 

TRIBUNWOW.COM - Yusril Ihza Mahendra angkat bicara soal kasus Habil Marati hingga strategi rekonsiliasi Pilpres.

Langkahnya Yusril Ihza Mahendra menjadi pengacara sejumlah tersangka tindak pidana makar di negeri ini tidak hanya didasarkan atas argumentasi hukum, melainkan juga bermuara pada cita-cita mulia, rekonsiliasi.

Yusril diketahui merupakan kuasa hukum pasangan capres cawapres Joko Widodo-Ma'ruf Amin dalam sidang sengketa Pilpres 2019.

Unggahan Prabowo setelah Bertemu Jokowi: Saya Tak Pernah Tawar Menawar pada Nilai yang Saya Pegang

Namun, pria yang sempat menjadi pengacara tersangka makar Rachmawati Soekarnoputri dan Kivlan Zen itu belakangan juga menangani perkara Habil Marati, tersangka pendana rencana pembunuhan empat pejabat yang notabene anak buah Presiden Jokowi.

Berdasarkan keterangan kepolisian, Habil diduga memberikan uang sebesar 4.000 dollar Singapura dan Rp 50 juta kepada Kivlan Zen untuk membeli senjata api.

Senjata api itu yang akan digunakan untuk membunuh Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto, Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Kepala BIN Budi Gunawan dan Staf Khusus Presiden bidang Intelijen Gorries Mere.

Deretan Tokoh yang Hadiri Pidato Jokowi di Sentul, Elite Parpol Pendukung Prabowo Tak Hadir

Kasus rencana pembunuhan keempat pejabat tersebut muncul di tengah upaya penyelidikan kerusuhan terkait hasil Pilpres 2019 pada 21-22 Mei.

Lantas, bagaimana Yusril menjalankan strateginya itu?

Berupaya meringankan, bahkan membebaskan tersangka rencana pembunuhan pejabat, namun juga mengarahkan ke jalan rekonsiliasi elemen-elemen negeri?

Lewat Pidato Presiden Terpilih, Pengamat Nilai Jokowi Beri Kode akan Tinggal Banyak Menteri Lama

Wartawan Kompas.com, Rakhmat Nur Hakim, Kristian Erdianto, dan Fabian Januarius Kuwado berkesempatan mewawancarai Yusril secara khusus di kantornya Kasablanka Office Tower, Jakarta Selatan pada Jumat (12/7/2019).

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: Rekarinta Vintoko
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved