Kabar Tokoh
Kata Yusril Ihza Mahendra soal Kasus Habil Marati hingga Strategi Rekonsiliasi Pilpres
Yusril Ihza Mahendra angkat bicara soal kasus Habil Marati hingga strategi rekonsiliasi Pilpres.
Editor: Rekarinta Vintoko
Belum. Karena belum final. Jadi kan ini kan begini, di samping itu kan juga teknis dakwaannya. Apakah nanti didakwa bersama-sama? Ataukah dia ini delik penyertaan? Kalau di delik penyertaan nanti siapa yang jadi auktor intelektualis? Ini makanya saya bilang jadi panjang kan. Aktor intelektualnya siapa? Apa Pak Kivlan? Atau siapa? Atau enggak mungkin? Lalu Habil. Habil ini yang punya duit, danain. Habil disuruh sama siapa atau dia punya niat sendiri? Jadi itu memang perlu pendalaman betul dalam hal ini.
Berdasarkan fakta yang disampaikan Habil, apakah peluang bebasnya besar?
Tentulah. Namanya dari sisi Pak Habil tentu akan seperti itu. Dari sisi penyidik yang akan memberatkan Pak Habil. Itu yang disampaikan.
Tapi kan saya mesti menilai secara obyektifnya bagaimana. Walaupun saya sebenarnya advokatnya Pak Habil. Tapi saya ingin supaya itu didudukkan secara proporsional.
Walaupun orang yang didakwa di pengadilan itu punya hak ingkar, tapi saya enggak ingin juga (itu dipakai). Anda nanti jangan bohong-bohong. Sebab dengan kejujuranlah, keterbukaanlah, itu ada dasar saya untuk bicara dengan Pak Jokowi.
"Pak, ini coba dipertimbangkan untuk amnesti abolisi".
Tapi kalau semua bohong-bohong kan celaka saya. Kalau dia bohong sementara saya sudah upayakan ini semua, celakalah saya. (Kompas.com/Fabian Januarius Kuwado)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Yusril, Habil Marati, dan Strategi Rekonsiliasi Pilpres..."
WOW TODAY