Pilpres 2019
Jawaban Arsul Sani saat Ditanya Siapa Partai Oposisi yang Berpeluang Masuk Pemerintahan
Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf Arsul Sani memberikan jawaban soal siapa partai oposisi yang berpeluang masuk dalam kabinet Indonesia Kerja Jokowi
Penulis: Nila Irdayatun Naziha
Editor: Astini Mega Sari
TRIBUNWOW.COM - Wakil ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin, Arsul Sani memberikan keterangan terkait kemungkinan partai oposisi dari kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang berpeluang masuk dalam Kabinet Indonesia Kerja Joko Widodo-Ma'ruf Amin.
Hal tersebut disampaikan oleh Arsul dalam sebuah wawancara di stasiun televisi tvOne, Jumat (28/6/2019).
Dikutip dari channel YouTube tvOneNews, Arsul Sani menjelaskan bahwa sampai saat ini belum ada pertemuan di pihak koalisi Jokowi-Ma'ruf.
"Pertama kalau yang terjadi di Koalisi Indonesia Kerja yang 9 partai, kita secara formal kita memang belum ketemu, jadi apa yang disampaikan itu belum mencerminkan sebuah sikap bersama dari koalisi," jelas Arsul Sani.
Politisi yang juga ketua DPP PPP ini lantas menjelaskan bahwa pemerintahan Indonesia sebenarnya tidak ada yang bisa disebut koalisi maupun oposisi.
"Tetapi kalau dibatasi pada lingkup PPP saja, kami juga harus terbuka dalam arti, dalam sistem pemerintahan kita itu kan tidak dikenal sebagai pemerintah dan oposisi seperti yang ada pada sistem parlemen."
"Kemudian pada kita itu, konsepnya adalah membangun negara ini dengan gotong royong, tapi kami juga menyadari bahwa di satu sisi itu di sisi yang lain juga ada keperluan untuk checks and balances (pengawasan dan keseimbangan) dalam pemerintahan," ungkapnya.
• Apakah Sengketa Pilpres Bisa Dibawa ke Ranah Mahkamah Internasional?, Ini Kata Pakar Hukum

Menjelaskan peluang koalisi Prabowo-Sandi masuk dalam pemerintahan, Arsul mengaku tidak mungkin semua partai dalam koalisi tersebut bisa masuk dalam pemerintahan.
"Kalaupun di tempatnya Bang Feri (Wakil Ketua Umum DPP Gerindra) atau kawan kawan itu ada 4 partai koalisi, itu tidak semuanya diangkut sehingga semuanya jadi partai pemerintah kan tidak mungkin juga."
"Hanya barang kali di antara empat itu siapa yang katakanlah masuk, itu kan sangat tergantung pada dinamika yang akan terjadi beberapa hari dan beberapa pekan," jelasnya.
Setelahnya, Arsul Sani lantas menyinggung kemungkinan Partai Gerindra bisa atau tidak masuk dalam pemerintahan Jokowi-Ma'ruf.
"Saya kemarin kemarin terus terang saya bicara seperti ini, kalaupun Gerindra, ini terlepas dari Gerindra bersedia ataupun tidak bersedia, itu kan biar menjadi keputusannya."
"Tetapi bahwa katakanlah kami menawarkan pada Gerindra, itu sebagai sebuah bentuk pernghormatan bahwa Partai Gerindra itu sebagai lawan dan partner kontestasi itu sudah bersikap gentle," kata Arsul Sani.
"Ibarat main bola itu sudah sampai menit ke 90 peluitnya ditiup itu dilalui semua, permainan diikuti dan itu dengan baik," tambahnya.
• Soal Rekonsiliasi dengan Prabowo-Sandi, Maruf Amin: Masih Ada Ketegangan

Mengibaratkan dengan permainan sepak bola, Arsul Sani juga menyinggung parpol yang dianggap tak bersikap baik dan langsung ingin pindah 'lapangan' padahal permainan belum selesai.