Pilpres 2019

Ferdinand Hutahaean Singgung Sikap Memimpin Prabowo saat Bahas Alasan Demokrat Minta Koalisi Bubar

Ferdinand Hutahaean membeberkan alasan partainya menyatakan pendapatnya untuk membubarkan koalisi pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Ferdinand Hutahaean Singgung Sikap Memimpin Prabowo saat Bahas Alasan Demokrat Minta Koalisi Bubar
Capture Youtube Asumsi
Ferdinand Hutahaean di Pangeran mingguan. 

TRIBUNWOW.COM - Ketua Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean membeberkan alasan partainya menyatakan pendapatnya untuk membubarkan koalisi pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Diberitakan TribunWow.com dari saluran YouTube tvOneNews, diketahui usulan pembubaran koalisi itu awalnya disampaikan oleh Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Rachland Nashidik.

Dijelaskan Ferdinand, pernyataan Rachland tersebut dikarenakan adanya keinginan Partai Demokrat untuk menguji bagaimana Prabowo memimpin koalisi.

Pengamat Politik: Demokrat Gabung ke Koalisi 02 Sebatas untuk Menggugurkan Kewajiban Hukum

 

Ketua Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean membeberkan alasan partainya menyatakan pendapatnya untuk membubarkan koalisi pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
Ketua Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean membeberkan alasan partainya menyatakan pendapatnya untuk membubarkan koalisi pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. (Capture Youtube tvOneNews)

 

"Kita ingin menguji sebetulnya sejauh mana Pak Prabowo ini memimpin koalisi," kata Ferdinand.

Ferdinand mengungkapkan, saat ini terlihat jelas bahwa koalisi Prabowo-Sandi ini memiliki sejumlah goncangan di internalnya.

"Bahkan boleh kita katakan Partai Demokrat dengan beberapa pihak di koalisi 02 itu saling berbantah lisan dan saling perang statement," ujar dia.

Bicarakan Pertemuan AHY dan Jokowi, Pengamat: Ini Kode Keras Demokrat Beralih Koalisi ke Kubu 01

Ferdinand menjelaskan, hal inilah yang menjadi perhatiannya dan teman-temannya di Demokrat.

Pasalnya, meski hal tersebut terjadi, Prabowo masih belum memberikan pernyataannya.

"Sampai sekarang Pak Prabowo tidak mengeluarkan statement apapun terkait itu. Beliau diam," kata Ferdinand.

"Kita ingin melihat dan mengujinya, makanya kita minta Pak Prabowo membubarkan saja," tegas dia.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Ananda Putri Octaviani
Editor: Claudia Noventa
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved