Terkini Nasional
Pengakuan Penyebar Berita Hoaks Brimob dari China: Terus Terang Saya Khilaf
Bareskrim Polri meringkus penyebar hoax soal informasi Polri melibatkan polisi China dalam mengamankan aksi unjuk rasa 22 Mei 2019.
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
Foto itu kemudian dinarasikan bahwa seolah-olah ketiganya adalah polisi dari luar negeri yakni China, dan bukannya polisi Indonesia.
"Selfie itu yang diunggah dengan mengatakan bahwa tiga orang ini adalah polisi-polisi dari negara lain," kata dia.
Tersangka SDA telah mengakui perbuatannya menyebarkan hoaks tersebut.
Tersangka dijerat dengan pasal 45 ayat 2 juncto pasal 28 ayat 2 Undang-Undang (UU) nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan UU nomor 11 tahun 2008 tentang Inforasi dan Transaksi Elektronik (ITE).
• Siapa Dalang di Balik Kerusuhan dalam Aksi 22 Mei? Ini Kata Pengamat
Selain itu ada pula pasal 16 juncto pasal 4 huruf b (1) UU nomor 40 tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis. Serta pasal 16 ayat 1 dan ayat 2 dan pasal 15 ayat 1 UU no 1 tahun 1996 Tentang Peraturan hukum pidana.
"Dengan perkiraan ancaman hukuman penjara maksimal enam tahun dan denda-denda yang ditentukan dalam UU apabila tidak melakukan kewajiban," kata Rickynaldo.
3 Anggota Brimob
Beredar viral berita hoaks terkait adanya tiga anggota Brimob yang mengamankan aksi 22 Mei berasal dari China.
Tiga anggota Brimob Polri tersebut pun membantah tuduhan itu secara langsung.
Mereka turut dihadirkan dalam jumpa pers penangkapan pelaku penyebar hoaks terkait anggota Brimob tersebut oleh Bareskrim Polri, Jumat (24/5).
Pantauan Tribunnews.com, ketiga anggota Brimob itu hadir mengenakan seragam lengkap khas Brimob warna hitam-hitam.
• Berita Hoaks Anggota Brimob dari China, Polisi Berhasi Tangkap Pelaku, Sebut Disebar di 3-4 Grup WA
Mereka juga mengenakan kain penutup wajah dan helm, sehingga hanya terlihat bagian mata mereka.
Ketiganya diberi kesempatan oleh Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo untuk berbicara pasca pengungkapan pelaku hoax.
Kemudian, ketiganya membuka helm serta penutup wajah mereka. Rambut cepak khas polisi menjadi kekhasan dari ketiganya.
Mereka menegaskan dirinya berasal dari Sumatera Utara, tepatnya Tebing Tinggi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/sda-pelaku.jpg)