Breaking News:

Pemilu 2019

Fahri Hamzah Kritik Pemilu 2019 yang Memakan Ratusan Korban Petugas: Itu Tidak Normal Lho Pak

Fahri Hamzah memberikan kritiknya terkait proses Pemilu 2019 yang diketahui banyak memakan korban petugas.

Penulis: Atri Wahyu Mukti
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
Capture YouTube Talkshow TvOne
Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah. 

TRIBUNWOW.COM - Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah memberikan kritiknya terkait proses Pemilu 2019 yang diketahui banyak memakan korban petugas.

Kritik itu disampaikan Fahri dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC) di tvOne yang bertajuk 'Gonjang-Ganjing Pemilu 2019; yang tayang pada Selasa (23/4/2019).

Mulanya Fahri menyampaikan pendapatnya soal sistem dalam pemilu yang bisa meminimalisir adanya tindak kecurangan.

"Kalau kita mendesain suatu sistem itu dari awal kita harus punya kemampuan untuk melacak, apakah sistem itu punya sistem toleransi yang tinggi terhadap kecurangan atau sistem itu kita tutup lubangnya sedemikian rupa sehingga tidak mudah dilakukan kecurangan," ujar Fahri.

Bahas soal Rekapitulasi Suara Pilpres 2019 oleh KPU, Teddy Gusnaidi: Curangnya di Mana?

Terkait itu, lantas Fahri menyinggung soal proses pemilu kali ini yang banyak memakan korban di antara petugas KPPS, Bawaslu, hingga KPU.

Diketahui dalam mengiring proses Pemilu 2019, tak sedikit korban yang jatuh sakit bahkan hingga meninggal dunia.

Menurut Fahri, hal ini termasuk keadaan yang tak wajar.

"Saya punya perasaan sampai ada orang meninggal 109 di KPU, 35 di Bawaslu, yang sakit 100 lebih," kata Fahri.

"Itu tidak normal lho pak, orang dikasih kerjaan terus sampai meninggal ratusan orang itu enggak normal lho."

"Jangan dianggap normal," tegas Fahri.

Buka Pengaduan Keluhan Pemilu 2019, Fahri Hamzah: Sekitar 20 Ribu Laporan Masuk ke Saya

Fahri beranggapan bahwa dalam pemilu yang dilakukan serentak pada 17 April 2019 lalu ini, memiliki kesalahan dalam desain sistemnya.

Menurutnya hal itulah yang menyebabkan banyaknya jatuh korban.

Untuk itu, ia memberi saran supaya hal-hal tersebut tak terulang kembali pada pemilu kedepannya.

"Menurut saya ini sistem salah desain, sehingga korbannya banyak,"

"Nah karena itu sebetulnya yang diperlukan, kearifan kita semua untuk mengakhiri problem yang terulang dalam setiap Undang Undang dalam pemilu kita," tandasnya.

Simak videonya dari menit 2.20

Ramai Keluhan di Pemilu 2019, Fahri Hamzah Ungkap Kelemahan Bawaslu dan KPU: Nanti Orang Tawuran Pak

Diberitakan dari Kompas.com, sebelumnya terdapat sejumlah petugas KPPS jatuh sakit akibat kelelahan saat bertugas di wilayah Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Selasa (23/4/2019).

Ketua KPU Sumedang, Ogi Ahmad Fauzi menjelaskan bahwa rata-rata jatuh sakit lantaran kelelahan selama menjalankan tugas.

Mulai dari persiapan H-1 pencoblosan hingga proses rekapitulasi.

"Ada sejumlah anggota kami yang jatuh sakit, beberapa di antaranya harus menjalani perawatan di ruang ICU," ujar Ogi, di kantor KPU Sumedang, Senin (22/4/2019).

"Tapi Alhamdulillah, kondisi mereka berangsur membaik, rawat jalan hingga bisa pulang ke rumah," sambungnya.

Kendati demikian, dirinya merasa lebih lega karena kondisi seluruh petugas KPPS yang jatuh sakit sudah berangsur membaik.

Selain itu, menurut Komisioner KPU, Viryan Azis menjelaskan bahwa korban petugas KPPS meninggal dunia kini bertambah.

Sebanyak 91 orang meninggal yang berasal dari 15 provinsi di Indonesia.

Dikatakan petugas KPPS terbanyak yang meninggal dunia terjadi di Jawa Barat, yakni 28 orang.

Sementara jumlah petugas KPPS yang dilaporkan sakit sebanyak 374 anggota KPPS.

 Klaim Miliki 1.261 Bukti Kecurangan Pemilu, Andre Rosiade: Pemilu Terburuk Indonesia Pasca Reformasi

Berikut daftar petugas KPPS yang sakit dan meninggal dunia menurut data KPU, seperti dikutip dari Kompas.com, Selasa (23/4/2019):

1. Sulawesi Selatan: sakit 128, wafat 2

2. Sulawesi Tengah: sakit 83, wafat 1

3. Jawa Tengah: sakit 41, wafat 17

4. Jawa Barat: sakit 18, wafat 28

5. Lampung: sakit 26, wafat 5

6. Jawa Timur: sakit 13, wafat 14

7. Banten: sakit 17, wafat 3

8. Riau: sakit 14, wafat 5

9. Kalimantan Selatan: sakit 12, wafat 0

10. DI Yogyakarta: sakit 4, wafat 3

11. Kalimantan Tengah: sakit 6, wafat 0

12. Sulawesi Utara: sakit 2, wafat 3

13. Bali: sakit 5, wafat 0

14. Kalimantan Barat: sakit 0, wafat 3

 Tsamara Sebut PSI Siap Bertarung terkait Penghapusan PBB Gratis di DKI: Jakarta Jadi Saksi

15. Sumatera Barat: sakit 3, wafat 0

16. Sulawesi Tenggara: sakit 2, wafat 0

17. Kalimantan Timur: sakit 0, wafat 2

18. Sumatera Selatan: sakit 0, wafat 2

19. Sumatera Utara: sakit 0, wafat 2

20. Maluku: sakit 0, wafat 1

(TribunWow.com/Atri)

WOW TODAY:

Tags:
Fahri HamzahIndonesia Lawyers Club (ILC)Pemilu 2019Pilpres 2019
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved