Viral Medos
Mendikbud Sebut Kasus Audrey Tak Seperti yang Viral di Medsos, Ini Beda Penuturan Korban dan Pelaku
Kasus penganiayaan yang bermula dari viralnya media sosial kini melebar luas dan menyedot perhatian publik. Namun ada sejumlah kejanggalan.
Penulis: Roifah Dzatu Azma
Editor: Ekarista Rahmawati Putri
Sedangkan Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji juga menuturkan bahwa dirinya mempercayai hasil visum yang telah dikeluarkah hasilnya oleh pihak kepolisian.
"Kita percaya dengan hasil visum. Kalau misalkan ada hal-hal yang bombastis tidak juga," ujarnya, Kamis (11/4/2019).
Menurutnya jika dilihat dari pemaparan dari pihak kepolisian bahwa peristiwa Audrey merupakan perkelahian anak biasa saja.
"Cuma siapa pertama kali yang buat informasi bahwa ada ini itu dan sebagainya yang bombastis itu siapa," ujar mantan Wali Kota Pontianak dua periode tersebut.
Meski begitu ia tetap setuju jika proses hukum berjalan untuk terduga pelaku penganiayaan.
"Tapi bukan berarti kita akan menghukum, proses tetap ada. Harus diupayakan mediasi antar kedua belah pihak," ujarnya.
• Kronologi Lengkap Kasus Pengeroyokan Audrey, Pengakuan Para Pelaku, hingga Hasil Visum Rumah Sakit
Kronologi Penganiayaan versi Korban
Disebutkan oleh Wakil Ketua Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Kalbar, Tumbur Manalu, korban AU ternyata sebenarnya bukan target utama pelaku.
Awalnya pelaku ternyata mengincar kakak sepupu korban, PO.
Namun lantaran korban terlibat saling balas komentar di media sosial, pelaku akhirnya merencanakan pengeroyokan tersebut.
Dikutip dari TribunPontianak, pelaku meminta tolong korban untuk mempertemukan PO.
AU yang tidak mengenal para oknum menyanggupi hal itu dan menemui PO bersama oknum terduga pelaku.
Setelah bertemu PO, oknum yang menjemput korban ternyata tak sendiri.
Ada empat orang lain yang kemudian membawa AU dan PO ke tempat sepi di Jalan Sulawesi.
Kakak sepupu korban kemudian terlibat baku hantam dengan oknum berinisial D.
• Komentari Kasus Penganiayaan Audrey, Hotman Paris: Kenapa Hasil Visum Berkata Lain?