Kabar Tokoh
Fahri Hamzah Sebut Lapas Cipinang Overload: Tidak Semua Orang Harus Ditahan
Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah meninjau Lembaga Pemasyarakatan atau Lapas ( LP) Cipinang, Jakarta, Selasa (29/1/2019).
Penulis: Ananda Putri Octaviani
Editor: Wulan Kurnia Putri
"Mudah-mudahan ini jadi perhatian pemerintahan yang akan datang, dan juga jadi perhatian calon pemerintah yang akan datang, yang akan kita hadapi pada hari-hari ke depan," paparnya.
Fahri menjelaskan, hanya ada dua solusi yang bisa dilakukan untuk mengurangi overload ini.
• Menanti Pemilu 2019, Fahri Hamzah: Aku Tak Sabar, Aku Muak, Aku Bosan
"Bikin rutan yang banyak, (tapi) itu saya tidak setuju. Yang saya setuju adalah bikin reformasi hukum supaya tidak semua orang ditahan," jelasnya.
Usulannya itu, jelas Fahri Hamzah, sudah dicoba oleh sejumlah negara di dunia.
"Sehingga di Eropa itu sudah banyak penjara yang kosong karena memakai prinsip-prinsip, metode-metode, denda dan hukuman baru sehingga orang tidak selalu harus ditahan," ungkapnya.
• Fahri Hamzah Sebut Ahmad Dhani akan Naik Kelas apabila Mau Melakukan Hal Ini
Sebelumnya, Fahri Hamzah pernah menyampaikan hal serupa.
Mengutip Kompas.com, Fahri menyampaikannya sebagai respon dari kaburnya 113 narapidana dari Lapas Kelas IIA Banda Aceh, Kamis (29/11/2018).
Menurut Fahri, harus ada terobosan terkait cara menangani lapas.
Fahri mengatakan, tidak semua orang yang ditangkap harus ditahan.
Cara menghukum orang yang melanggar hukum pidana bisa dengan cara lain.
"Di luar negeri itu sekarang ini trennya penjara itu kosong, enggak ada isinya. Ngapain lagi orang dipenjara? Suruh kerja, suruh jadi petani, suruh berkebun, menghasilkan uang," kata Fahri, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (30/11/2018).
• Fahri Hamzah: Penahanan Langsung Ahmad Dhani akan Membuat Elektabilitas Petahana Turun
Fahri memaparkan, narapidana yang ditahan hanya yang terlibat kasus-kasus tertentu saja, seperti pembunuhan atau kasus besar lain.
Sementara, orang yang secara mental masih sehat, menurut Fahri, tidak perlu ditahan.
Fahri mengatakan, banyak lapas yang tidak layak.
"Memang lapas di Indonesia ini enggak ada yang layak kecuali Sukamiskin. Tidak ada lapas yang layak di Indonesia kecuali Sukamiskin yang dibangun 100 tahun lalu oleh Belanda," ujar Fahri. (TribunWow.com)