Pilpres 2019
Minta KPU Baca Ulang Tweet Andi Arief, Jansen Sitiandaon: Kita Ini Belajar Bahasa Indonesia
Jansen Sitiandaon menyindir pihak-pihak yang menyebutkan bahwa Andi Arief bersalah soal cuitannya tentang surat suara tercoblos
Penulis: Nila Irdayatun Naziha
Editor: Claudia Noventa
Soal menyebarnya kasus tersebut yang kemudian menyeret nama Andi Arief, Jansen menilai bahwa hal tersebut lantaran masyarakat kurang percaya pada KPU.
"Kalau itu terkait soal mohon maaf ya, publik sekarang sedikit kurang percaya pada KPU, masih lekat diingatan kita terkait persoalan misalnya ya kotak suara kardus atau karton."
"Itu kan menurunkan itu kepercayaan publik pada KPU, kemudian ada lagi itu DPT untuk orang gila. Kemudian yang baru-baru ini kata KPU misi dan visi calon presiden dibatalkan saja, jadi memang beberapa waktu terakhir ini, kepercayaan publik kepada KPU ini memang agak menurun," tegasnya.
Kabar Surat Suara Tercoblos Mencuat
Pada Rabu (2/1/2019) malam, Komisi Pemilihan Umum (KPU) beserta Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mendatangi Kantor Bea dan Cukai Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Kedatangan mereka lantaran adanya kabar adanya tujuh kontainer berisi surat suara pemilihan presiden (pilpres) 2019 yang sudah dicoblos atau terpakai.
Kabar ini awal mulanya heboh berada di grup percakapan aplikasi pesan instan WhatsApp berupa rekaman suara, dikutip dari Kompas.com.
Rekaman itu berisi suara seorang lelaki yang menyatakan:
"Ini sekarang ada 7 kontainer di Tanjung Priok sekarang lagi geger, mari sudah turun. Dibuka satu. Isinya kartu suara yang dicoblos nomor 1, dicoblos Jokowi. Itu kemungkinan dari Cina itu. Total katanya kalau 1 kontainer 10 juta, kalau ada 7 kontainer 70 juta suara dan dicoblos nomor 1.
Tolong sampaikan ke akses, ke pak Darma kek atau ke pusat ini tak kirimkan nomor telepon orangku yang di sana untuk membimbing ke kontainer itu.
Ya. Atau syukur ada akses ke Pak Djoko Santoso. Pasti marah kalau beliau ya langsung cek ke sana ya."
• Soal Surat Suara Tercoblos yang Sempat Dicuitkan Andi Arief, Hukuman 10 Tahun Menanti Bagi Pelakunya
Selain dari rekaman itu, ada pula Ada akun Facebook bernama Hermansyah yang menyebarkan pesan tersebut.
"Di Tanjung Priok ada 7 kontainer berisi 80 juta surat suara yang sudah dicoblos. Hayu padi merapat. Pasti dari Tiongkok tuh," tulis akun Hermansyah.
Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat, Andi Arief juga turut mentweet pada akun Twitternya, @AndiArief__, Rabu (2/1/2019).
Andi Arief menuliskan agar dicek kabar tersebut supaya tidak menimbulkan fitnah.