Pilpres 2019
Minta KPU Baca Ulang Tweet Andi Arief, Jansen Sitiandaon: Kita Ini Belajar Bahasa Indonesia
Jansen Sitiandaon menyindir pihak-pihak yang menyebutkan bahwa Andi Arief bersalah soal cuitannya tentang surat suara tercoblos
Penulis: Nila Irdayatun Naziha
Editor: Claudia Noventa
TRIBUNWOW.COM - Ketua DPP Partai Demokrat, Jansen Sitiandaon, menyindir pihak-pihak yang menyebutkan bahwa politisi Partai Demokrat, Andi Arief, bersalah soal kabar hoaks surat suara tercoblos.
Jansen juga membantah tuduhan yang menyebutkan Andi Arief terlibat dalam penyebaran berita hoaks surat suara tercoblos.
Diketahui, kabar soal surat suara tercoblos mulai mencuat setelah cuitan yang dibuat oleh Andi Arief mendapatkan respon dari pihak terkait.
Lantaran kabar tersebut, Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan juga Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) langsung terjun ke kantor Bea Cukai Tanjung Priuk untuk mengecek keberenaran kabar tersebut.
• Jansen Sitindaon: Andi Arief Bukan Teroris atau Bandar Narkoba, Tak Perlu Dijemput Paksa
Dikutip dari akun YouTube iNews Special Report, Kamis (3/1/2019), Jansen menjelaskan bahwa Andi Arief sama sekali tidak terlibat dalam penyebaran berita bohong itu.
Jansen berkali-kali meminta untuk semua pihak menganalisis maksud dari cuitan yang dibuat oleh Andi Arief.
"Setelah Andi Arief men-tweet mengatakan ada ini desas-desus ada rumor ini barulah KPU dan Bawaslu berbondong-bondong ke Tanjung Priuk. Makanya harusnya Andi Arief ini menuntaskan desas-desus itu, kabar hoaks itu," jelasnya.
Sebelumnya, KPU sempat menjelaskan bahwa cuitan dari Andi Arief tersebut memicu polemik dan akan mengambil sikap untuk melaporkan Andi Arief ke Bareskrim Polri.
Menanggapi sikap dari KPU tersebut, Jansen menilai bahwa ada yang salah dari langkah yang diambil oleh KPU.
"Aneh itu KPU nya, apalagi melaporkan Andi Arief misalnya, coba dibaca tweet-nya itu, enggak perlu kemudian kita ini belajar Bahasa Indonesia terlalu pintar terlalu jago. Itu Bahasa Indonesia anak kelas SD pun bisa itu, mohon dicek kata dia, dan tidak ada menuduh nomor urut 01 Pak Jokowi dalam cuitan itu," terangnya.
• Soal Surat Suara Tercoblos, Ferdinand Hutahaean Sebut KPU Tak Berhak Katakan Kabar Itu Hoaks
Jansen lantas mengungkapkan bahwa yang harus diselidiki adalah siapa yang ada di balik rekaman yang menyebut ada surat suara yang tercoblos.
"Khususnya dicari siapa kemudian yang ada di belakang rekaman audio suara itu yang mengatakan ada tujuh kontainer marinir sudah turun," terangnya.
Jansen juga menegaskan bahwa rekannya Andi Arief sama sekali tidak ikut menyebarkan berita bohong itu.
"Salah, dia sama sekali tidak ada menyebar itu sama sekali Andi Arief tidak menyebar rekaman audio itu, dia hanya men-tweet satu itu aja."
"Dia mengumumkan ke publik kalau sejak tadi itu ada beredar desas-desus begini," terang Jansen.

• Ferdinand Bela Andi Arief soal Surat Suara Tercoblos, Ruhut Sitompul: Pening Aku Tante