Freeport Indonesia

Penjelasan Lengkap Said Didu soal Freeport, dari Alasan Utang Luar Negeri hingga Isu Lingkungan

Mantan Staf Khusus Menteri ESDM RI, Muhammad Said Didu memberikan penjelasan terkait polemik pengambilalihan saham PT Freeport Indonesia.

Penjelasan Lengkap Said Didu soal Freeport, dari Alasan Utang Luar Negeri hingga Isu Lingkungan
Tribun-Medan/Ambaranie Nadia K.M
Mantan Staf Khusus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, Muhammad Said Didu 

TRIBUNWOW.COM - Mantan Staf Khusus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, Muhammad Said Didu memberikan penjelasan terkait polemik pengambilalihan saham PT Freeport Indonesia.

Hal itu disampaikan Said Didu melalui akun Twitternya, @saididu, Kamis (27/12/2018).

Dalam penjelasannya, Said Didu membagi ke beberapa topik pembahasan.

Soal Divestsi Saham Freeport, Said Didu: Apa pun Solusi yang Dipilih Pasti Jadi Perdebatan

Seperti, 'kenapa saham Freeport harus dibeli', 'kenapa baru sekarang', 'kenapa harganya sebesar itu', 'kenapa utang dari luar negeri' hingga isu lingkungan dan pajak.

Berikut penjelasan lengkap Said Didu mengenai Freeport:

"1. #Simalakama2. Sesuai janji saya, saya buat kultwit tentang pembelian saham PT Freeport oleh PT Inalum yg diumumkan pemerintah dan freeport tgl 21 Desember 2018. Kultwit ini merupakan lanjutan kultwit ttg freeport sebelumnya yg saya berikan hastag #simalakama.

 

2. #simalakama2. Kultwit saya ini saya maksudkan sebagai bahan diskusi terkait pembelian saham freeport oleh inalum - selanjutnya akan saya singkat menjadi pembelian freeport - krn saya yakin tdk semua sepaham baik yg pro maupun yang kontra terhadap pembelian freeport tsb

3. #simalakama. Seperti saya uraikan pada kultwit saya sebelumnya #simalakama bhw keputusan apapun yg dipilih oleh pemerintah terkait freeport dipastikan akan menimbulkan kontraversi krn : 1) banyak variabel kebijakan yg multitafsir, dan 2) upaya politisasi kasus tsb

4. #simalakama2. Pada kultwit #simalakama bhw terdapat 3 pilihan freeport : 1) hentikan kontrak dg Mc Moran AS dan ambil alih sepenuhnya, 2) ubah kontrak jadi Izin Usaha Pertambangan Khusus dan ambil saham langsung mayoritas, 3) ubah KK menjadi IUPK dg pengambilan saham bertahap

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Vintoko
Editor: Wulan Kurnia Putri
Sumber: TribunWow.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved