Breaking News:

Terkini Internasional

Meninggalnya Bocah Migran di Perbatasan Meksiko jadi Perhatian Sekretaris Keamanan Dalam Negeri AS

Sekretaris Dalam Negeri berencana kunjungi wilayah perbatasan AS-Meksiko terkait meninggalnya bocah 8 tahun asal Guatemala di tahanan perbatasan.

Penulis: Laila Zakiyya Khairunnisa
Editor: Bobby Wiratama
Stephanie Keith
Aksi protes massal menentang larangan imigran Muslim di Bandara John F Kennedy, New York, pada 28 Januari 2017. 

TRIBUNWOW.COM - Dikutip TribunWow.com dari Bloomberg, Sekretaris Keamanan Dalam Negeri, Kirstjen Nielsen berencana mengunjungi perbatasan Amerika Serikat (AS)-Meksiko untuk meninjau langsung kegiatan yang terjadi, utamanya yang berkaitan dengan anak-anak migran.

Hal ini ia lakukan lantaran beredarnya kabar seorang anak migran berusia 8 tahun yang tewas di tahanan polisi perbatasan akhir-akhir ini.

This tragedy, the death of a child in government custody, is deeply concerning and heartbreaking (kejadian ini, kematian bocah ini di tahanan pemerintah, benar benar menyedihkan dan perlu diperhatikan)," kata Nielsen.

"Moving forward, all children will receive a more thorough hands-on assessment at the earliest possible time post-apprehension -- whether or not the accompanying adult has asked for one (melihat kedepannya, seluruh anak-anak akan lebih diperhatikan secara teliti dengan waktu sedini mungkin setelah dinyatakan masuk ke penjara, meskipun orang dewasa yang menemaninya memintanya atau tidak)," lanjut Nielsen.

Beredar Foto Buku Nikah Aura Kasih dengan Pacar Bulenya Eryck Amaral, Ini Kata Pihak Manajemen

Berdasarkan keterangan Nielsen, di dua bulan terakhir, 139.817 migran ditangkap di perbatasan bagian barat daya. Jumlah ini meningkat 86 persen dari jumlah 74.946 orang yang tertangkap dalam periode yang sama akhir tahun lalu.

Pihak United Stated Customs and Border Protection (CBP) atau Patroli Perbatasan Amerika Serikat mengaku akan memberikan tes kesehatan untuk seluruh tahanan anak-anak pasca kematian bocah 8 tahun tersebut, pada Rabu (26/12/2018) dilansir Bloomberg.

Perwira Kevin McAleenan mengatakan bahwa arahan tersebut berarti tes kesehatan ganda untuk anak-anak di bawah perlidungan kepolisian perbatasan, termasuk yang tidak punya pendamping serta yang didampingi oleh keluarga masing-masing.

Ia mengatakan pihaknya akan fokus kepada anak berusia di bawah 10 tahun.

Sebelumnya, diketahui seorang bocah migran berusia 8 tahun yang ditahan oleh  CBP, meninggal dunia pada Selasa (25/12/2018).

Bocah tersebut diidentifikasi oleh Kongres Kaukus Hispanik sebagai Felipe Alonzo-Gomez, namun pihak pemerintah secara resmi belum mengkonfirmasi hal tersebut.

Ketika Presiden AS Donald Trump Mengeluh Sendirian di Gedung Putih

Dikutip dari The Washington Post, ini merupakan kasus kedua meninggalnya seorang bocah migran dalam tahanan untuk bulan ini.

Rep. Joaquin Castro, ketua terpilih untuk Kongres Kaukus Hispanik, mengatakan bahwa pihaknya belum bisa memastikan jumlah anak yang meninggal dalam tahanan CBP.

"Kebijakan administrasi untuk menjauhkan orang dari pelabuhan masuk resmi, atau dikenal sebagai metering, menempatkan keluarga dan anak-anak dalam bahaya besar," Kata Castro.

"Dengan dua kematian yang kita tahu dalam beberapa minggu terakhir ini, Kongres akan menekan Departemen Keamanan Dalam Negeri hingga kami mendapat jawaban atas semua pertanyaan yang kami berikan," sambungnya.

Felipe telah menunjukkan kondisi tidak sehat sejak Senin (24/12/2018) dan telah dibawa pihak berwajib bersama sang ayah ke rumah sakit di Alamogordo, New Mexico.

Halaman
123
Tags:
Amerika SerikatMeksikoDonald Trump
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved