Breaking News:

Terkini Internasional

Meninggalnya Bocah Migran di Perbatasan Meksiko jadi Perhatian Sekretaris Keamanan Dalam Negeri AS

Sekretaris Dalam Negeri berencana kunjungi wilayah perbatasan AS-Meksiko terkait meninggalnya bocah 8 tahun asal Guatemala di tahanan perbatasan.

Penulis: Laila Zakiyya Khairunnisa
Editor: Bobby Wiratama
Stephanie Keith
Aksi protes massal menentang larangan imigran Muslim di Bandara John F Kennedy, New York, pada 28 Januari 2017. 

Alamogordo, berada sekitar 90 mil dari perbatasan Amerika-Texas di El Paso.

Pasca Tsunami, BNPB Kerahkan 3 Helikopter untuk Distribusikan Bantuan ke Pandeglang, Banten

Berdasarkan pengakuan CBP yang dilansir Usatoday.com, ia didiagnosa dengan flu dan demam, setelah itu diberikan resep amoxicillin dan Ibuprofen.

Sempat ditahan selama 90 menit di rumah sakit tersebut, ia akhirnya diperbolehkan kembali ke tahanan Senin malam.

Saat kembali ke tahanan, bocah tersebut sempat merasa mual dan muntah, kemudian dibawa kembali ke rumah sakit dan meninggal dunia beberapa jam kemudian.

Pihak rumah sakit yang sempat menangani bocah tersebut, Gerald Champion Regional Medical Center, menolak untuk berkomentar terkait hal tersebut.

Penyebab resmi soal kematian bocah tersebut masih belum diketahui, apakah terkait dengan flu dan demam yang dideritanya atau karena hal lain.

Sesuai dengan kebijakan CBP, pihak terkait akan meninjau kembali kasus tersebut.

Sharena Delon Pamerkan Tawa Sea Dedari, Anaknya yang Kini Sudah Berusia 3 Bulan

CBP juga mengabarkan hal tersebut ke Departemen Keamanan Dalam Negeri dan pihak pemerintah Guatemala.

Sebelumnya, pihak CBP tidak mengabarkan alasan maupun kronologi tertangkapnya Felipe dan ayahnya.

Pihaknya hanya mengatakan bahwa Felipe dan ayahnya sebelumnya telah ditahan oleh anggota CBP.

Namun, CBP tidak memberi informasi berapa lama mereka telah ditahan.

CBP biasanya menahan imigran ketika mereka melintasi perbatasan.

Para pelanggar akan ditahan untuk jangka waktu singkat sebelum akhirnya dilepaskan atau diserahkan ke Penegak Hukum dan Kepabeanan AS.

Menurut pengakuan Menteri Luar Negeri Guatemala, Felipe dan ayahnya memasuki El Paso pada 18 Desember lalu, kemudian dibawa oleh petugas perbatasan Minggu (23/12/2018).

Xochitl Torres Small, seorang nasionalis yang akan mewakili Guatemala mulai Januari, meminta investigasi yang transparan dan teliti untuk kematian anak-anak tersebut serta menambahkan lebih banyak sumber daya medis untuk ditempatkan di perbatasan.

Halaman
123
Tags:
Amerika SerikatMeksikoDonald Trump
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved