Terkni Internasional
Ketika Presiden AS Donald Trump Mengeluh 'Sendirian' di Gedung Putih
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluhkan situasi di mana dirinya hanya "sendirian" di Gedung Putih.
Editor: Astini Mega Sari
TRIBUNWOW.COM - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluhkan situasi di mana dirinya hanya "sendirian" di Gedung Putih, saat pemerintahan memasuki hari ketiga penutupan layanan atau shutdown.
Trump mengeluh melalui akun media sosial Twitter miliknya, menyebut keputusan Partai Demokrat yang menyebabkan terjadinya shutdown ketiga secara parsial pada pemerintahan AS.
Shutdown telah dimulai sejak Sabtu (22/12/2018) dini hari waktu setempat setelah Trump menolak untuk menandatangani RUU pembelanjaan negara, karena permintaannya untuk pendanaan Tembok Perbatasan AS-Meksiko sebesar 5 miliar dolar AS (sekitar Rp 72,8 triliun) tidak disetujui Kongres.
• Donald Trump dan Vladimir Putin Ucapkan Belasungkawa untuk Korban Tsunami di Banten dan Lampung
Partai Demokrat hanya bersedia menyetujui pendanaan untuk Tembok Perbatasan sebesar 1,3 miliar dollar AS (sekitar Rp 18,9 triliun).
"Saya sendirian di Gedung Putih, menunggu Demokrat untuk kembali dan menyetujui Tembok Perbatasan yang sangat dibutuhkan," tulis Trump dalam twitnya, Senin (24/12/2018) malam.
"Pada satu titik penolakan dari Demokrat akan membawa dampak kerugian pada Negara lebih banyak dari pada dana yang dibutuhkan untuk Tembok Perbatasan. Sungguh gila!" tambahnya.
Setelah shutdown memasuki hari ketiga dan telah mulai memasuki masa libur Natal dan Tahun Baru, dikhawatirkan penutupan layanan pemerintahan AS itu akan berlangsung hingga malam pergantian tahun.
Kepala Staf Gedung Putih, Mick Mulvaney memprediksi shutdown akan berlangsung hingga melewati 28 Desember.
"Jika itu terjadi, tidak menutup kemungkinan shutdown akan berlangsung saat masa jabatan baru Kongres dimulai pada 3 Januari," kata Mulvaney kepada ABC.
• Soal Indonesia Punah, Analis Politik Samakan Prabowo dengan Donald Trump: Siap Mati untuk Indonesia
Akibat terjadinya shutdown, para pegawai di sembilan dari 15 departemen dan badan negara, termasuk Departemen Luar Negeri dan Departemen Kehakiman tak mendapat bayaran selama masa penutupan layanan.
Ratusan ribu pegawai negeri AS pun terpaksa dirumahkan atau bekerja tanpa bayaran. Ini menjadi shutdown ketiga yang terjadi di AS sepanjang pemerintahan Trump.
Shutdown pertama terjadi pada Januari lalu, tepat setahun setelah dia menjabat.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Trump: Saya Sendirian di Gedung Putih