Kabar Daerah
Rencana Pengadaan KRL Premium Batal, KCI Janji Memberikan Pelayanan yang Lebih Baik
Setelah berencana menguji coba KRL Premium pada pertengahan 2019 nanti, PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) memutuskan untuk membatalkan rencana itu.
Penulis: Laila Zakiyya Khairunnisa
Editor: Bobby Wiratama
TRIBUNWOW.COM - Setelah berencana menguji coba KRL Premium pada pertengahan 2019 nanti, PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) memutuskan untuk membatalkan rencana tersebut melalui sebuah keterangan tertulis pada Minggu (23/12/2018), dilansir TribunWow.com dari Kompas.com.
"Dari hasil tersebut, PT KCI memutuskan untuk membatalkan rencana pengoperasian KRL Premium," ujar Eva Chairunnisa, Vice President (VP) Komunikasi Perusahaan PT KCI.
Berdasarkan keterangan Eva, pihaknya akan mengoptimalkan serta meningkatkan pelayanan dalam bentuk satu kelas layanan yang telah berjalan sekitar lima tahun terakhir.
"KCI selanjutnya akan melakukan berbagai inovasi untuk tetap memberikan pelayanan yang semakin baik," kata Eva.
• PT KCI Segera Uji Cobakan KRL Premium pada Pertengahan Januari 2019 Mendatang
Pihak PT KCI membatalkan rencana tersebut setalah melakukan konsultasi dengan sejumlah pihak.
Pembatalan tersebut diapresiasi oleh Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI).
Menurut Tulus Abadi, Ketua YLKI, pembatalan itu merupakan sebuah bukti bahwa PT KCI mendengar aspirasi masyarakat.
"YLKI memberikan apresiasi atas pembatalan tersebut. Itu artinya manajemen KAI/KCI masih mendengarkan aspirasi publik," ujar Tulus dalam keterangan tertulis tersebut.
Diakui Tulus, YLKI mendukung upaya PT KCI dalam memberikan layanan yang bersifat prima dan universal, dan baginya dengan mengoperasikan KRL Premium bukan termasuk dalam bentuk pelayanan universal, tetapi justru diskriminatif.
"Adanya pembedaan kelas KRL, yang tidak dikenal dalam manajemen KRL di dunia mana pun," kata Tulus.
• Bukan Rupiah, Warga Magelang Gunakan Mata Uang Ini sebagai Alat Tukar di Pasar Kebon Watu Gede
Berdarkan keterangan Tulus, layanan yang universal diharap mampu membuat pengguna kendaraan pribadi beralih menggunakan KRL sehingga dapat mengurangi kemacetan serta polusi udara.
Selain itu, YLKI juga meminta pemerintah untuk tidak membebani PT Kereta Api Indonesia (KAI) dengan proyek infrastruktur yang nyatanya tidak sejalan dengan business plan PT KAI.
"Agar pelayanan PT KAI kepada konsumen tidak terganggu dan tidak mengalami downgrade akibat terganggunya financial cash flow perusahaan," ucap Tulus, dikutip dari Kompas.com.
Sebelumnya, rencana pengadaan KRL Premium sempat menimbulkan banyak penolakan masyarakat terhadap wacana tersebut.
Penolakan bermula sejak tiga pekan lalu, kala rencana pengadaan kursi KRL Premium terungkap di situs web PT KCI.
• Potret Erupsi Gunung Anak Krakatau dari Udara, Statusnya kini Waspada Level II