Breaking News:

Kabah Tokoh

Polemik Bangun Infrastruktur Tanpa Utang, Rizal Ramli Sebut Pemerintah Harus Inovatif dan Kreatif

Rizal Ramli memberikan pendapatnya terkait polemik bangun infrastruktur tanpa utang pada di Acara Sapa Indonesia Malam Kompas TV (10/11/2018).

Kompas.com
Rizal Ramli 

TRIBUNWOW.COM - Ekonom senior Rizal Ramli memberikan pendapatnya terkait polemik bangun infrastruktur tanpa utang pada di Acara Sapa Indonesia Malam Kompas TV (10/11/2018).

Menurutnya, jika pemerintah ingin membangun infrastruktur pilihannya ada beragam, bisa dengan uang sendiri, meminjam, bahkan konsesi - asalkan jika dihitung misalnya 12% US Dolar setahun, investor pasti mau.

Mantan Menko Perekonomian ini juga mengatakan bahwa selama ini Public Private Partnership sudah didengungkan lebih dari 10 tahun, tetapi nyaris tidak ada yang berjalan dan tidak efektif.

Rizal pun memaparkan dua alasannya.

Pertama, karena return yang tidak pernah clear, padahal konsepnya sederhana investor dalam luar negeri cari 12%.

8 Kisah Viral di Medsos di Tahun 2018, Siswa SD Nyanyikan Lagu Blackpink hingga Aksi Tirukan Jokowi

Kedua, land clearing penyelesaian masalahnya lama, 2 hingga 3 tahun.

Rizal kemudian menjelaskan bahwa modal pembangunan ekonomi Indonesia mengikuti modal Bank Ekonomi Bank Dunia, liberal, selalu mengandalkan hutang.

Jenis modal ini ada rem automatic nya, begitu ekonomi tumbuh lebih dari 6,5% harus dihentikan.

Berbeda dengan Jepang, Korea dan Cina bisa tumbuh 12% puluhan tahun karena tidak pakai utang, namun berlandaskan strategi kebijakan terobosan.

Menurutnya, utang memang tidak salah, akan tetapi jika kebanyakan menjadi masalah.

Untuk di Pulau Jawa yang pendapatan per kapitanya tinggi bisa diberikan konsesi, tapi hal ini tidak bisa diterapkan di luar Jawa, bahkan Indonesia Timur.

Infrastruktur dasar menjadi tanggung jawab negara termasuk pembiayaan, sedangkan infrastruktur komersial, dimana pemakai mampu bisa diswastakan.

Rizal menambahkan bahwa masalah terletak pada tax ratio Indonesia yang rendah hanya 10%, padahal 18 tahun lalu 12,5%.

Tanggapi Pernyataan Mendagri soal e-KTP, Fadli Zon: Keledai Saja Enggak sampai Dua Kali Masuk Lubang

Jika 5 tahun mendatang bisa mencapai 16%, rasio utang jadi terkendali.

Halaman
12
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved