Terkini Nasional
Tanggapan BNN & KPAI Terkait Isu Konsumsi Air Rebusan Pembalut yang Marak di Kalangan Anak Jalanan
Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkapkan fakta mengenai sekumpulan anak remaja yang mengonsumsi air rebusan pembalut untuk memberikan efek nge-fly
Penulis: Roifah Dzatu Azma
Editor: Bobby Wiratama
KPAI juga mengatakan kasus ini digolongkan menjadi kelompok eksperimen psikotropika
"Awalnya didapatkan secara coba-coba atau eksperimen. Jadi kalau kita mengenal beberapa golongan psikotropika diluar Narkoba, maka beberapa zat "temuan" para remaja ini termasuk kelompok eksperimen psikotropika," jelas Sitti Hikmawatty.
KPAI merasa sangat prihatin dengan semakin banyak kasus ditemukan anak-anak yang meminum rebusan pembalut.
Lebih lanjut, Sitti menerangkan, terkait jumlah belum bisa diprediksikan, karena ini berkaitan erat dengan jumlah anak serta kreatifitas mereka "meramu" bahan-bahan yang mudah di dapat dipasaran.
"KPAI terus berkoordinasi dengan banyak pihak agar fenomena ini bisa ditangani, namun tetap saja garda terdepan ada di dalam keluarga, dan lingkungan terdekat di mana anak tinggal," tutur dia.
• Remaja di Belitung Ini Ternyata Sudah Konsumsi Air Rebusan Pembalut Sejak 2015
4. Dinas Kesehatan Kota Semarang
Atas temuan fenomena oleh BNN itu, Dinas Kesehatan Kota Semarang, jawa Tengah berupaya meneliti kandungan dari air rebusan pembalut itu, dilansir dari Kompas.com, Kamis (8/11/2018).
Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Semarang Sarwoko Oetomo mengatakan pihaknya akan menerjunkan tim untuk meneliti sejauh mana dampak buruknya bagi tubuh manusia.
''Kalau di lapangan seperti itu ya perlu ada tindakan pencegahan," ucap Sarwoko.
Dinkes Kota Semarang akan melakukan penelitian terlebih dulu sebelum menyampaikan kandungannya ke publik.
"Nanti setelah ada hasil penelitian dampak dari kebiasaan ini akan kami sampaikan," tambahnya.
Dijelaskannya, tim kesehatan nantinya meneliti zat-zat yang terkandung di dalam pembalut tersebut.
(TribunWow.com/ Roifah Dzatu Azmah)