Terkini Nasional
Tanggapan BNN & KPAI Terkait Isu Konsumsi Air Rebusan Pembalut yang Marak di Kalangan Anak Jalanan
Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkapkan fakta mengenai sekumpulan anak remaja yang mengonsumsi air rebusan pembalut untuk memberikan efek nge-fly
Penulis: Roifah Dzatu Azma
Editor: Bobby Wiratama
Dokter Hari Nugroho mengatakan alasan mengapa pembalut wanita bia menimbulkan efek nge-fly pada mereka yang mengonsumsinya.
Hal ini lantaran terdapat kandungan zat kimia klorin dalam pembalut wanita dan pampers.
Saat pembalut wanita atau pampers itu direbus dan diminum airnya, pihak tersebut akan merasakan beberapa efek pada otaknya.
Klorin itu lah yang nantinya bisa menimbulkan efek pada sistem neuro psikologis manusia.
"Memang (kandungan dalam) pembalut dan pampers itu tidak lepas dari adanya zat-zat kimia yakni jejak klorin. Lalu ketika dikonsumsi akan ada efek-efek sistem neuro psikologi kita sebagai manusia," jelas dr Hari Nugroho.
Lanjutnya, menurut penuturan dr Hari, memang tidak ada zat adiktif dalam kandungan pembalut wanita tersebut, namun efek halusinasi atau nge-fly muncul dari pemikiran psikologis yang mengonsumsinya.
• Dua Minggu Setelah Black Box Ditemukan, Percakapan Terakhir Pilot Lion Air JT 610 Akhirnya Terungkap
Klorin itu lah yang nantinya bisa menimbulkan efek pada sistem neuro psikologis manusia.
"Memang (kandungan dalam) pembalut dan pampers itu tidak lepas dari adanya zat-zat kimia yakni jejak klorin. Lalu ketika dikonsumsi akan ada efek-efek sistem neuro psikologi kita sebagai manusia," jelas dr Hari Nugroho.
"Kalau adiksi secara zatnya sih tidak. Tapi dia (peminum air rebusan pembalut) akan berkeyakinan air rebusan pembalut tadi bisa membuat fly. Lebih pada adiksi secara psikologi. Kalau dia minum air rebusan pembalut itu nanti bisa nge-fly. Klorin bisa berefek pada otak kita," kata dr Hari Nugroho.
Bahkan dr Hari mengatakan, jika air rebusan ini dikonsumsi terus menerus dapat menyebabkan kanker.
Pembentukan kanker itu berasal dari kandungan plastik yang terdapat di dalam pembalut dan pampers.
"Kalau itu (air rebusan pembalut) dipakai secara kronis (terus menerus) bukan tidak mungkin nanti ada efek secara kesehatan. Di dalam pembalut itu ada unsur plastik. Itu bersifat karsinogen yang nanti bisa merangsang kanker," sambungnya.
• Fakta Konser Guns N Roses, Ditonton Ridwan Kamil hingga Sederet Selebriti Tanah Air
3. KPAI
Komisioner KPAI bidang Kesehatan dan NAPZA Sitti Hikmawatty mengatakan para remaja yang melakukan percobaan mengonsumsi air rebusan pembalut didorong oleh faktor ekonomi, dilansir TribunWow.com dari Tribunnews.com, Kamis (8/11/2018).
"Karena tidak mampu membeli karena tidak punya biaya, sementara sudah kecanduan, maka mereka berupaya mencari tahu dengan bantuan informasi Internet tadi, meracik sendiri ramuan-ramuan yang diharapkan akan memberikan hasil seperti kebutuhan mereka," kata Sitti Hikmawatty diketerangannya di Jakarta, Kamis (8/11/2018).