Breaking News:

Pilpres 2019

15 Menteri Jadi Timses Jokowi-Ma'ruf, Dahnil Anzar: Etika Politik yang Tinggi Tidak Lagi Dihadirkan

Dahnil menulis, hal itu menjadi keinginan besar pertahana mempertahankan kekuasaan hingga menggaet menteri dan kepala daerah untuk jadi timses.

Penulis: Roifah Dzatu Azma
Editor: Lailatun Niqmah
Grafis Tribunwow/Kurnia Aji Setyawan
Dahnil Anzar - Koordinator Juru Bicara pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno 

TRIBUNWOW.COM - Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak mengomentari soal 15 menteri yang bergabung di Tim Sukses (Timses)  kubu Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin.

Dilansir TribunWow.com dari akun Twitter Dahnil, @DahnilAnzar, Dahnil menuturkan adanya 15 orang menteri menjadi timses menjadikan etika politik tidak dihadirkan.

Dahnil menulis, hal itu menjadi keinginan besar pertahana mempertahankan kekuasaan hingga menggaet menteri dan kepala daerah untuk jadi timses.

Menurutnya, menteri seharusnya fokus kepada tugas kenegaraan dan pembangunan.

"15 orang menteri jd Timses. Etika politik yang tinggi tidak lagi dihadirkan, keinginan besar mempertahankan kekuasaan membuat petahana mengerahkan semua kekuatan eksekutif yg seharusnya fokus pd tugas2 kenegaraan dan pembangunan," tulis akun @DahnilAnzar.

Selain menteri, Dahnil juga menyinggung kepala daerah yang diikutsertakan menjadi timses di kubu Jokowi-Ma'ruf.

Terima Kunjungan Dubes Tiongkok, Prabowo Subianto: Mereka Ingin Bersahabat Baik dengan Kita

"Selain kekuatan para menteri. Petahana juga memaksimalkan pengaruh para kepala daerah sebagai Timses, yang sama sekali tidak dilakukan oleh Prabowo-Sandi, Kepala Daerah diminta tdk masuk Timses," tulisnya.

Dahnil menuturkan, kekuatan utama kubunya melalui relawan dari barisan rakyat.

"Kekuatan rakyat melalui relawan adalah kekuatan utama Prabowo-Sandi."

Dilansir TribunWow.com dari Kompas.com, Jumat (28/9/2018), tercatat ada 15 menteri Kabinet Kerja yang masuk dalam daftar tim kampanye Jokowi-Ma'ruf Amin untuk Pilpres 2019.

Jawab Sindiran Sekjen PSI ke Kubu Prabowo-Sandiaga, Gerindra: Tidak Punya Cara Lain Menarik Simpati?

Data ini berdasarkan dokumen yang dipublikasi di situsweb Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Para menteri itu tak hanya menteri teknis, tetapi juga menteri koordinator.

Selain menteri yang berasal dari parpol, ada juga menteri dari kalangan profesional.

Namun belum diketahui pasti jabatan apa yang ditempati para menteri tersebut di tim kampanye Jokowi-Ma'ruf.

Berikut 15 menteri Kabinet Kerja yang masuk ke Tim Kampanye Jokowi-Ma'ruf Amin:

1. Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto.

2. Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani.

3. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo.

4. Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yassona Laoly. 5. Menteri Sosial (Mensos( Agus Gumiwang Kartasasmita.

Tanggapan Ketua Majelis Syuro PBB terkait Anies Basweban yang Mencabut Izin Reklamasi Pulau

6. Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sanjojo.

7. Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi.

8. Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Hanif Dhakiri.

9. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi.

10. Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga.

11. Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil.

12. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya.

13. Menteri Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Syafruddin.

14. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono.

15. Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto.  (TribunWow.com/ Roifah Dzatu Azmah)

Tags:
Pilpres 2019Dahnil Anzar SimanjuntakJokowi-Maruf Amin
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved