Breaking News:

Soal Pernyataan AHY Terkait Politik Dua Kaki, Teddy Gusnaidi: Faktanya Demokrat Tidak Bernyali

Teddy Gusnaidi memberikan tanggapan soal pernyataan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) terkait politik dua kaki yang dilakukan Partai Demokrat.

Penulis: Ananda Putri Octaviani
Editor: Wulan Kurnia Putri
Kolase / TribunWow.com
Teddy Gusnaidi dan Agus Harimurti Yudhoyono 

10. Kan begitu membacanya.. Karena AHY ngak bilang bahwa seluruh Caleg Partai Demokrat akan diarahkan untuk memenangkan Prabowo-sandiaga, tapi malah mengakui dua kaki untuk memenangkan Pileg dalam konteks kader demokrat mendukung Jokowi di berbagai daerah.

11. Semakin AHY beralasan utk menutupi ketidakmampuan Demokrat bertindak tegas pada kadernya, maka semakin tdk jelas identitas Demokrat, dan tentu menjadi mimpi buruk bagi caleg demokrat di lapangan. Mrk akan dikenal sebagai caleg bunglon, caleg tanpa identitas. Tentu itu buruk.

12. Masyarakat pendukung Prabowo, akan memilih caleg dari Partai yang identitasnya jelas. Dan masyarakat pendukung Jokowi akan memilih caleg dari Partai yang identitasnya jelas. Kalau identitasnya gak jelas, siapa yang mau memilih?

Terima kasih," tulis Teddy.

Diberitakan sebelumnya, Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimuri Yudhoyono (AHY) menegaskan Partai Demokrat akan terus memberikan suaranya untuk pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Dilansir TribunWow.com, hal tersebut disampaikan AHY seperti yang tampak dalam video yang diunggah oleh Politisi Partai Demokrat Cipta Panca Laksana di laman Twitternya, @panca66 pada Kamis (13/9/2018).

AHY menyebutkan, setiap partai punya kedaulatan, begitu pula dengan Partai Demokrat juga punya kedaulatan.

Untuk itu ia ingin agar urusan internal yang terjadi di Partai Demokrat untuk diselesaikan secara internal.

"Urusan internal biarkan kami yang akan membahasnya dengan baik sesuai dengan meknisme dan juga kelaziman yang berlaku di Partai kami," kata AHY.

"Yang jelas tidak berubah, sampai dengan hari ini, dan insya allah sampai akhir masa kampanye pemilu 2019 ini, Partai Demokrat akan terus bersama Pak Prabowo dan Bang Sandi untuk bisa menyukseskan beliau, mengantar beliau-beliau ini menjadi pemimpin yang amanah yang adil utk kita semua," tegasnya.

Terkait isu politik dua kaki yang beredar, AHY menjelaskan, kaki kanan digunakan untuk menyukseskan pemilihan presiden, sedangkan kaki kiri untuk pemilihan legislatif yang tidak boleh ditinggalkan.

"Yang jelas kalau ada yang bicara dua kaki, ya memang harus berjalan dua kaki. Kalau satu, pincang dong?" kelakar AHY yang kemudian disambut tawa oleh orang-orang yang mendengarkan.

AHY meyebutkan, tahun 2019 merupakan momentum yang berbeda.

Menurutnya, hal tersebut dikarenakan pada pemilu pada tahun ini memiliki karakter yang berbeda dibandingkan dengan pemilu sebelum-sebelumnya.

"Mudah-mudahan tidak usah terlalu panjang kita membicarakan urusan internal yang harus di tabrak-tabrakkan satu sama lain, nanti tidak produktif, sayang waktu kita terbatas, kita lebih baik membicarakan apa yang dibutuhkan rakyat Indonesia hari ini," pungkasnya.

(TribunWow.com/ Ananda Putri Octaviani)

Tags:
Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)Teddy Gusnaidi
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved