Tanggapi Pernyataan Ariel Heryanto, Sudjiwo Tedjo: Di Sini Krisis Berat, Warga Saling Tikam
Budayawan Sudjiwo Tedjo turut memberikan tanggapan pada pernyataan professor pada Herb Feith Foundation di Monash University Melbourne, Ariel Heryanto
Penulis: Tiffany Marantika Dewi
Editor: Fachri Sakti Nugroho
Terkait radikalisme ulama, Abu Janda menyebut hal tersebut adalah hoax.
"Itu gara-gara ada satu ustaz yang melakukan kriminal, padahal cuma satu ustaz, dan 10 ribu ustaz aman," ujar Abu Janda.
Ia pun bercerita mengenai maraknya perang di media sosial selama empat tahun ini.
Bahkan, sebutan cebong untuk pendukung Jokowi dan kampret sebutan pendukung oposisi dibuat melalui media sosial.
• Tak Diizinkan Mengisi Diskusi dengan Rocky Gerung, Ratna Sarumpaet: Rezim Panik
"Itu asal-muasal cebong karena, maaf ya, Pak Jokowi disebut Jokodok, dan anaknya disebut cebong," katanya.
Sedangkan untuk julukan kampret dianalogikan pikiran para pendukung oposisi yang selalu memandang buruk pemerintahan Jokowi.
"Kampret kan tidurnya kebalik, jadi otaknya kebalik, mikirnya kebalik, akalnya kebalik. Pak Jokowi bagus dibilang jelek," ujarnya.
Ia tak memungkiri bahwa kedua pihak, pendukung pemerintah Jokowi dan oposisi, banyak menebar hoax di media sosial selama empat tahun terakhir.
Maka seharusnya polisi bertindak tegas, apalagi saat ini sudah memasuki tahap Pilpres yang makin parah penyebaran hoax di media sosial. (TribunWow.com/Tiffany Marantika)