Tanggapi Pernyataan Ariel Heryanto, Sudjiwo Tedjo: Di Sini Krisis Berat, Warga Saling Tikam
Budayawan Sudjiwo Tedjo turut memberikan tanggapan pada pernyataan professor pada Herb Feith Foundation di Monash University Melbourne, Ariel Heryanto
Penulis: Tiffany Marantika Dewi
Editor: Fachri Sakti Nugroho
TRIBUNWOW.COM - Budayawan Sudjiwo Tedjo turut memberikan tanggapan atas pernyataan akademisi, Ariel Heryanto.
Tanggapan itu diberikan Sudjiwo Tedjo melalui Twitter miliknya, @sudjiwotedjo, Jumat (24/8/2018).
Mulanya, Ariel Heryanto melalui Twitter @Ariel_heryanto menuliskan keadaan politik pemerintahan di Australia.
Krisis politik yang dialami Australia mengakibatkan para petinggi saling tikam, namun masyarakatnya tidak turut andil.
Menurut Ariel, hal ini dikarenakan masyarakat telah jemu dengan para petinggi politik mereka.
• Ini Daftar Menteri di Indonesia yang Tersandung Kasus Korupsi
"Politik pemerintahan pusat di Australia krisis berat. Para petinggi saling tikam.
Tapi yang menarik: masyarakat pada umumnya gak ikut2an baku-hantam.
Kehidupan sehari2 berlangsung seperti biasa. Kesan saya kebanyakan penduduk muak dengan para politikus di papan atas," tulis Ariel, Kamis (23/8/2018).
Menanggapi hal itu, Sudjiwo pun mengatakan jika apa yang dikatakan Ariel merupakan sindiran untuk politik pemerintahan di Indonesia.
Karena politik pemerintahan di Australia berkebalikan dengan kondisi di Indonesia.
Sudjiwo mengatakan jika masyarakat Indonesia saling tikam soal politik.
Namun, para petinggi tidak turut dalam permasalahan tersebut dan justru salin menjalin kerukunan antar politik.
Hal ini pun disebutkan Sudjiwo jika para petinggi politik pemerintahan itu sudah jemu dengan rakyat.
• Ferdinand Beri Tanggapan terkait Larangan Membawa Uang Kertas Asing Lebih dari 1 Miliar
"Mungkin maksud Prof Ariel di Indonesia sebaliknya. Masyarakat di sini krisis berat.
Para warga saling tikam. Tapi yg menarik: Para petinggi umumnya gak ikut2an baku-hantam.