Jokowi Minta TNI/Polri Sosialisasi Capaian Pemerintah, Ferdinand: Tak Percaya Diri Hadapi Pilpres
Ferdinand Hutahaean menilai bahwa Jokowi tidak memahami tugas pokok dan fungsi TNI dan Polri.
Penulis: Wahyu Ardianti
Editor: Lailatun Niqmah
Dalam kampanye pilpres 2019, karena Jokowi adalah peserta pilpres, maka tentu narasi kampanyenya adalah terkait capaian kerjanya selama ini. Maka memita TNI POLRI menjelaskan kinerja pemerintah, sama saja menyuruh TNI POLRI jadi juru kampanye Jokowi. Ini melanggar UU dan Konstitusi.
Yang mulia presiden @jokowi , mr kita lakukan Demokrasi ini dengan adil, jujur dan transparan.
Kekuasaan itu amanah, sekeras apapun upaya kita, jika Allah tdk berkehendak mama itu tidak akan jadi.
maka jangan kita bawa bangsa ini ke dalam situasi tak menentu dengan menabraki UU. Kasihan bangsa.
Saya pikir dan duga, Jokowi semakin tak percaya diri menghadapi pilpres ini hingga harus meminta TNI POLRI kampanyekan kinerjanya. Jokowi pun patut diduga semakin panik dgn elektabilitas yg tak bertumbuh, sementara Emak emak sdh siap berperang dgn panci dan penggorengan.
Presiden Jokowi pun harus lebih banyak belajar tentang arti ALAT NEGARA. TNI POLRI itu ALAT NEGARA sesuai Konstitusi dan UU, bukan alat pemerintah apalagi alat penguasa. Saya yakin Pejabat TNI POLRI paham ttg ini, ttg ALAT NEGARA..!!"
Diketahui, Jokowi meminta perwira TNI/Polri untuk ikut mensosialisasikan pencapaian program kerja pemerintah selama ini.
• Refly Harun: Kalau Semua Jadi Timses dan Saling Menjatuhkan, Siapa yang Menjaga Kewarasan Publik?
Hal itu diungkapkan ketika berpidato di hadapan 243 orang Sekolah Staf dan Komando TNI dan Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggu (Sespimti) Polri di Istana Negara, Jakarta, Kamis (23/8/2018).
"Berkaitan dengan program pemerintah, kerja-kerja pemerintah yang telah banyak kita lakukan. Saya titip ke seluruh perwira, juga ikut mensosialisasikan, ikut disampaikan (ke masyarakat) pada momen-momen yang tepat untuk menyampaikan itu," ujar Jokowi yang dilansir dari Kompas.com.
Secara khusus, Jokowi menekankan pada pemerataan pembangunan yang dilaksanakan pada pemerintahannya.
Menurut dia, masyarakat harus mengetahui mengapa pemerintahannya tidak hanya fokus ke pembangunan di wilayah-wilayah padat penduduk, namun juga di pelosok-pelosok Nusantara.
"Padahal kalau mau cepat meningkatkan pertumbuhan ekonomi, bangun saja di Jawa. Pasti cepat mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Tinggal nambahin sedikit-sedikit saja," ujar Jokowi.
• Amien Rais Sebut Tak Ada Diskriminasi atas Apa Pun, Teddy Gusnaidi: Enggak Percaya Dia Ngomong Gini
"Return politiknya juga lebih cepat karena enam puluh persen penduduk itu ada di Pulau Jawa. Tapi apakah itu yang mau kita lakukan? Kan tidak. Ini demi keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia," lanjut dia.
Dalam acara silaturahim tersebut, hadir pula Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto, Panglima TNI Jenderal TNI Hadi Tjahjanto, Kepala Polri Jenderal Pol Tito Karnavian dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung. (TribunWow.com/Woro Seto)