Breaking News:

SBY Sebut Jokowi Berhasil Turunkan Kemiskinan 1 Persen, Gerindra: Statistik Pencitraan

Partai Gerindra turut angkat bicara mengenai angka kemiskinan yang saat ini marak diperbincangkan.

Penulis: Laila N
Editor: Fachri Sakti Nugroho
upgraders.org
Ilustrasi Kemiskinan 

Jika kita benar benar pikirkan arguementasi Bung Hatta benar.
Manusia lahir bukan sekedar bertahan hidup, tetapi untuk maju dan berkembang. Untuk maju dan berkembang, dia butuh pangan, kesehatan, pendidikan, tempat tinggal.

Jadi kita juga berharap @jokowi dan @bps_statistics paham bahwa politik kemakmuran tidak bicara soal berapa standar pengeluaran agar seseorang tetap hidup, tetapi bagaimana setiap orang bisa berkembang maju, sejahtera dan bahagia.

Statistik kemiskinan saat ini hanya menciptakan “gelembung citra”, bukan menggambarkan realitas.
Ketika @bps_statistics mengkaim angka kemiskinan terendah dalam sejarah, negeri ini justru belum lepas dari bahaya gizi buruk dan kelaparan. @jokowi

Pantauan Status Gizi (PSG) 2017 yang dilakukan Kementerian Kesehatan menemukan, bayi usia di bawah lima tahun (Balita) yang mengalami masalah gizi pada 2017 mencapai 17,8 persen dan stunting sebesar 29,6 persen. @jokowi

Parahnya lagi, beberapa saat setelah @bps_statistics mengumumkan angka kemiskinan yang terendah dalam sejarah itu, ada 4 warga suku Mause Ane di Maluku Tengah, Maluku, yang meninggal karena kelaparan. @jokowi

Kita butuh ukuran kemiskinan yang multi-dimensi.

Tidak hanya mengukur kebutuhan fisiologis, tetapi semua kebutuhan dasar manusia untuk maju dan berkembang.

Kita butuh ukuran kemiskinan yang sejalan dengan politik kemakmuran. Karena memang Indonesia diperjuangkan dan merdeka karena cita-cita besar: masyarakat adil dan makmur.

Tidak usah panik jika Pak @prabowo membahas statistik kemiskinan yang diklaim oleh Pemerintah terendah dalam sejarah.

Karena sejarah sendiri menuliskan bahwa Bung Karno dan Bung Hatta selalu mengeritik Statistik Kemiskinan ala Pemerintahan Kolonial. @bps_statistics @jokowi," tulis Gerindra.

Sementara itu, terkait data kemiskinan, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indonesia mengalami titik terendah dalam hal persentase kemiskinan sejak tahun 1999, yakni sebesar 9,82 persen pada Maret 2018.

Dikutip dari Tribunnews, dengan persentase kemiskinan 9,82 persen, jumlah penduduk miskin atau yang pengeluaran per kapita tiap bulan di bawah garis kemiskinan mencapai 25,95 juta orang.

"Maret 2018 untuk pertama kalinya persentase penduduk miskin berada di dalam 1 digit. Kalau dilihat sebelumnya, biasanya 2 digit, jadi ini memang pertama kali dan terendah," kata Kepala BPS, Suhariyanto, saat menggelar konferensi pers di kantornya, Senin (16/7/2018).

Jika dibandingkan dengan periode sebelumnya, yaitu September 2017, persentase kemiskinan tercatat sebesar 10,12 persen atau setara dengan 26,58 juta orang penduduk miskin di Indonesia.

Bila dirinci lagi, terdapat penurunan persentase penduduk miskin baik di perkotaan maupun di perdesaan.

(TribunWow.com/Lailatun Niqmah)

SBY Beri Klarifikasi Data Penduduk Miskin, Jubir PSI Tantang Marwan Cik Asan Minta Maaf ke Publik

Sumber: TribunWow.com
Tags:
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)Prabowo SubiantoPartai GerindraKemiskinanTwitterBadan Pusat Statistik (BPS)Presiden Joko Widodo (Jokowi)
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved