SBY Sebut Jokowi Berhasil Turunkan Kemiskinan 1 Persen, Gerindra: Statistik Pencitraan
Partai Gerindra turut angkat bicara mengenai angka kemiskinan yang saat ini marak diperbincangkan.
Penulis: Laila N
Editor: Fachri Sakti Nugroho
TRIBUNWOW.COM - Partai Gerindra turut angkat bicara mengenai angka kemiskinan yang saat ini marak diperbincangkan.
Dilansir TribunWow.com, hal tersebut ia sampaikan melalui akun Twitter @Gerindra yang diunggah pada Rabu (1/8/2018).
Awalnya, Susilo Bambang Yudhyono (SBY) mengatakan jika saat ini pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) dalam 3 tahun terakhir telah berhasil menurunkan kemiskinan sebesar 1 persen.
@SBYudhoyono: Pemerintah sekarang dlm waktu 3 th berhasil turunkan kemiskinan sebesar 1%.
Mudah-mudahan hingga akhir 2019 bisa mencapai 3% *SBY*
• Ali Ngabalin: Ulama Seharusnya Memberikan Kriteria, Bukan Menyebutkan Nama
Postingan itu lantas dikomentari oleh netter dengan akun @Prabowo_AHY yang menganggap sebaliknya.
@Prabowo_AHY: Menurut saya ngak mungkin kemiskinan menurun pak, menambah iya kali, biar rakyat ngak tambah miskin #2019GantiPresiden #2019PrabowoPresident08 #ItuAja
Menanggapi hal tersebut, Gerindra langsung memaparkan pembahasan mengenai statistik kemiskinan dan pencitraan.
Berikut penjelasannya.
"Sebuah hal yang menarik memang jika kita membahas tentang 'Statistik Kemiskinan dan Pencitraan'. @bps_statistics
Hal pertama yg harus kita pahami angka kemiskinan mempunyai daya politik hebat.
Bila angka kemiskinan tinggi, efeknya bisa merontokkan popularitas penguasa.
Sebaliknya, jika angka kemiskinan berhasil 'diatur' rendah, maka Pemerintah akan dipuji setinggi langit.
Dalam statistik, kemiskinan bukan hanya angka-angka, tetapi juga politik.
Dengan mengutak-atik metodologi dan alat ukur, politik statistik bisa menjadi senjata untuk menciptakan “gelembung citra” yang diperlukan oleh penguasa untuk meraih popularitas.
Pertengahan Juli lalu, @bps_statistics mengumumkan per Maret 2018 angka kemiskinan di Indonesia hanya 9,82 persen.