Breaking News:

Peneliti LIPI Beri Tanggapan soal SBY dan Prabowo jadi King Maker hingga Kehilangan Pemilih Suara

Syamsuddin Haris selaku analis politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) berikan tangggapan terkait isu 'King Maker'.

Penulis: Tiffany Marantika Dewi
Editor: Wulan Kurnia Putri
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (kiri) bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kanan) berjabat tangan usai mengadakan pertemuan di Kediaman Susilo Bambang Yudhoyono di Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Kamis (27/7/2017) malam. Pertemuan tersebut dalam rangka silaturahmi serta membahas berbagai permasalahan politik dan kedua partai sepakat bekerja sama tanpa koalisi. 

TRIBUNWOW.COM - Analis politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Syamsuddin Haris berikan tangggapan terkait isu 'King Maker'.

Sebutan ini diberikan pada Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Prabowo Subianto yang tidak maju sebagai calon presiden (capres).

Atas rumor yang beredar tersebut, Syamsuddin menanggapi dengan mengatakan jika rumor itu benar dan yang menjadi capres adalah Anies berserta AHY, maka sebagian pemilih Gerindra, PKS, dan PAN akan kecewa.

Kekecewaan itu terlihat dengan pengalihan dukungan pemilih ketiga partai tersebut pada capres petahana, Joko Widodo (Jokowi).

"Rumor yg beredar, Prabowo tdk maju sbg capres tapi memberi kesempatan kpd Anies-AHY.

Bersama SBY, Prabowo akan mjadi "king maker".

Sejauh mana kebenarannya kita tdk tahu.

Menurut saya, jika rumor tsb benar, sebagian pemilih Gerindra, PKS dan PAN akan dukung Jokowi krn kecewa," tulis Syamsuddin Haris melalui Twitter, @sy_haris, Minggu (29/7/2018).

Jokowi Tiba di Sumbawa Besar, Fahri Hamzah Ungkapkan Selamat Datang hingga Sebut Orang-orang Baik

Sementara itu, diberitakan TribunWow.com dari Kompas.com, Direktur Eksekutif Voxpol Center, Pangi Syarwi Chaniago menilai sejumlah sinyalemen yang dilontarkan oleh Prabowo Subianto belakangan ini menunjukkan keraguannya untuk maju dalam Pilpres 2019.

Dia menilai alasan yang dilontarkan partai terkait tertundanya deklarasi Prabowo sebagai capres tidak masuk akal.

"Gerindra belum memutuskan siapa capres-cawapresnya karena dua alasan, amunisinya kurang dan belum punya dukungan partai lain yang kuat. Saya rasa itu alasan yang dibuat-buat," ujarnya dalam sebuah diskusi di Fx Sudirman, Jumat (6/4/2018).

Menurut dia, apabila berkaca pada Pilpres 2009 dan Pilpres 2014, Prabowo terus mengalami kekalahan.

Pangi menilai Prabowo lebih baik menjadi king maker daripada harus ikut pilpres.

Andi Arief Beberkan Alasan Ditundanya Pertemuan SBY dan Prabowo Malam Ini

"Karena beliau sukses jadi king maker. Ingat loh dulu dia sukses mengantarkan Pak Jokowi dari Solo menang jadi gubernur Jakarta, dia berhasil mengantarkan Pak Ahok dari Belitung, membawa Anies jadi gubernur Jakarta," kata dia.

Namun demikian Pangi menyebut, sikap partai Gerindra memang cenderung ingin Prabowo maju pilpres.

Halaman
12
Sumber: TribunWow.com
Tags:
TribunWow.comSyamsuddin HarisLembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)Prabowo Subianto
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved