Breaking News:

Nadirsyah Hosen Sebut SBY Katrol AHY Jadi Cawapres, Tamrin Tomagola: Tidak Adil Bagi Kader Demokrat

Guru Besar Universitas Indonesia (UI) sekaligus Sosiolog Tamrin Tomagola tampak menanggapi pernyataan yang disampaikan tokoh NU, Nadirsyah Hosen.

Penulis: Vintoko
Editor: Astini Mega Sari
Kolase/TribunWow.com
Tamrin Tomagola dan Nadirsyah Hosen 

TRIBUNWOW.COM - Guru Besar Universitas Indonesia (UI) sekaligus Sosiolog Tamrin Tomagola tampak menanggapi pernyataan yang disampaikan tokoh NU, Nadirsyah Hosen (Gus Nadir).

Hal tersebut diungkapkan Thamrin melalui kicauan di akun Twitter, @tamrintomagola, Kamis (26/7/2018).

Awalnya, Nadirsyah Hosen memberikan tanggapan soal manuver politik Partai Demokrat.

SBY: Saya Bukan Bawahan Jokowi, Ngabalin Hati-hati kalau Berbicara

Pria yang biasa disapa Gus Nadir itu mengatakan jika usaha Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mempercepat proses pematangan diri Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) justru membahayakan nasib dan karier AHY.

Dirinya mengungkapkan bahwa AHY membutuhkan waktu yang pas untuk membuktikan diri dan orang lain juga butuh waktu untuk menerima AHY.

"Koalisi PD dg kubu manapun (Prabowo atau Jokowi) akan mentok kalau tawarannya AHY jadi Cawapres. Sebuah ironi kalau SBY memaksakan mengkatrol putranya utk posisi cawapres. Waktunya kurang pas. AHY butuh waktu membuktikan diri, dan yg lain jg butuh waktu menerimanya," kicau Gus Nadir dalam akun Twitternya, @na_dirs.

Menanggapi hal itu, Tamrin Tomagola mengatakan jika Demokrat dipimpin dengan sistem dinasti.

Menurutnya, pengangkatan AHY menjadi cawapres menjadi tidak adil bagi kader Partai Demokrat yang sudah berjuang hingga puluhan tahun.

Fahri Hamzah Sebut Jokowi Tak akan Menang di Pilpres 2019 jika Demokrat-Gerindra Berkoalisi

"Dan sangat tidak adil bagi kader2 demokrat yg sudah berkeringat puluhan tahun merayap dari bawah.

Beginilah kalau demokrat2 dipimpin dgn sistem dinasti," tulis Tamrin Tomagola.

Cuitan Tamrin Tomagola
Cuitan Tamrin Tomagola (Twitter)

Dikutip dari Kompas TV, SBY mengatakan jika dalam pertemuannya dengan Prabowo di Kuningan pada Selasa (24/7/2018) tidak membahas mengenai cawapres.

Akan tetapi, ketika mendapatkan pertanyaan dari awak media, SBY mengatakan posisi cawapres bukanlah harga mati.

"Saya tidak membicarakan cawapres saat ini, setiap partai politik pasti menginginkan kadernya untuk menjadi capres atau cawapres, tapi bagi saya posisi cawapres bukanlah harga mati" kata SBY.

Pernyataan SBY tersebut disambut Prabowo dengan sebuah penegasan soal AHY.

"Saya tegaskan bahwa SBY tidak meminta AHY menjadi cawapres, tapi yang saya butuhkan adalah orang yang memiliki kapabilitas dan mampu berkomunikasi dengan pemuda, jika dalam pertemuan dengan partai PAN dan PKS, nama AHY adalah nama yang dibicarakan maka saya katakan why not? Jadi intinya tidak ada harga mati soal cawapres, niat kami adalah memberikan yang terbaik untuk rakyat," ujar Prabowo.

Menkeu Sebut Pelemahan Rupiah Berdampak Positif bagi Penerimaan Negara, Rizal Ramli Beri Tanggapan

Halaman
12
Sumber: TribunWow.com
Tags:
Nadirsyah HosenPartai DemokratAgus Harimurti Yudhoyono (AHY)Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved