Menkeu Sebut Pelemahan Rupiah Berdampak Positif bagi Penerimaan Negara, Rizal Ramli Beri Tanggapan
Dalam catatan Bloomberg, pelemahan rupiah sejak awal tahun tercatat sebesar 6,85 persen.
Penulis: Laila N
Editor: Astini Mega Sari
TRIBUNWOW.COM - Mantan Menteri Keuangan sekaligus mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli melontarkan sindiran kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani.
Dilansir TribunWow.com, hal tersebut ia sampaikan melalui akun Twitter @RamliRizal yang diunggah pada Rabu (25/7/2018).
Awalnya, netter dengan akun @dianyounee mengutip omongan Sri Mulyani yang menyebut apabila setiap rupiah melemah Rp 100 ada penerimaan negara Rp 1,7 riliun.
"Hebat, ini menteri terbaik sedunia itu Sri Mulyani: Setiap Rupiah Melemah Rp 100, Ada Penerimaan Rp 1,7 T," kata @dianyounee.
Menanggapi hal tersebut Rizal Ramli menyebut ia merasa kasihan kepada Jokowi karena terus dibohongi terkait rupiah.
• Sel Setnov dan Nazaruddin di Lapas Sukamiskin Sempit dan Kumuh, Najwa Shihab Ungkap Hal Berbeda
"Hah ?? Klo gitu biarin aja Rp20.000 / dollar Pinter2 ndablek.
Memang APBN untung , tapi bebannya digeser ke Pertamina, PLN, dan kenaikan harga pangan utk rakyat.
Ini ngomong akuntan APBN ,, atau Ekonom yg ndak ngerti makro ?? Kasihan Mas Jokowi @ jokowi dikibulin terus," ungkap Rizal Ramli.

Diketahui, nilai tukar rupiah terdahap dollar per Kamis (26/7/2018) pukul 09.00 WIB mencapai Rp 14.515.
Diberitakan Tribunnews, dalam catatan Bloomberg, pelemahan rupiah sejak awal tahun tercatat sebesar 6,85 persen.
Menanggapi hal tersebut Sri Mulyani mengatakan jika hal itu karena ada perubahan dari mata uang Amerika Serikat terhadap seluruh mata uang lainnya.
• Nadirsyah Hosen Kritisi Jokowi dan Puan soal Revolusi Mental: Kalah dengan Program Infrastruktur
“Ini adalah konsekuensi dari pertama normalisasi maupun kebijakan yang diadopsi oleh Amerika Serikat,” kata Sri Mulyani saat acara Rapat Kerja di Komisi XI DPR, Jakarta, Rabu (25/7/2018).
Sri Mulyani mengungkapkan apabila pemerintah tidak tinggal diam atas hal ini.
Kementerian Keuangan misalnya merespons kebutuhan industri dengan mendorong insentif fiskal kepada pelaku usaha untuk bea masuk bahan impor untuk industri seperi tekstil, kertas elektronik dan otomotif.