Pilkada Serentak 2018
Fahri Hamzah: Perpecahan Suara Itu Konyol 'Sudrajat juga Korban'
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menilai bahwa Sudrajat, calon Gubernur Jawa Barat yang diusung oleh Partai Gerindra dan PKS adalah korban.
Penulis: Fachri Sakti Nugroho
Editor: Wulan Kurnia Putri
TRIBUNWOW.COM - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menilai bahwa Sudrajat, calon Gubernur Jawa Barat yang diusung oleh Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) adalah korban.
Selain menyebut nama Sudrajat, Fahri Hamzah juga menyebut nama calon lain yang dulu sempat diwacanakan akan disusung oleh PKS, Deddy Mizwar (Demiz).
Namun pada akhirnya PKS tak jadi bersatu dengan Demiz.
Deddy Mizwar pun akhirnya merapat bersama Golkar, Demokrat dan Partai Amanat Nasional (PAN).
• Amien Rais: Ada Pihak yang Jumawa pada Pilkada Namun Mengalami Kekalahan di Mana-mana
Fahri menyebut, Deddy dan Sudrajat sama-sama baik.
Namun keduanya kini diketahui kalah versi quick count oleh pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (Rindu).
"Sudrajat juga korban. Demiz atau Sudrajat sama-sama baik, tapi perpecahan suara itu konyol, kita bisa bilang yang sudah sudahlah, tapi kita manusia yg perlu belajar," ungkap Fahri.
Pernyataan Fahri tersebut disampaikan lewat kicauan Twitternya @Fahrihamzah, Jumat (29/6/2018).
• Said Didu Beberkan Sejumlah Alasan Bias Hasil Survei dengan Hasil Nyata
Kicauan Fahri tersebut dilontarkan untuk menjawab mention dari akun bernama @Guru_Plato yang meneruskan pernyataan dari akun @hasmi_bakhtiar.
@Guru_Plato: Ada APA dgn mu @Fahrihamzah ? TDK suka melihat sudrajat menang?
@hasmi_bakhtiar: Kritikan @Fahrihamzah terhadap kekalahan yang dialami PKS yang dipimpin MSI di beberapa daerah dalam pilkada kemaren menyisakan banyak pertanyaan pada diri kader. Kenapa FH mengeluarkan kritikan di saat "peperangan" masih menyisakan luka?



• Petahana Berstatus Tersangka Menangi Pilkada Tulungagung, Mendagri: Kemarin Juga Ada Dilantik di LP
Kritikan Fahri terhadap PKS di Pilkada Maluku Utara
Sebelumnya, Fahri Hamzah juga memberikan kritikan kepada PKS yang gagal memenangkan Pilkada Maluku Utara (Malut).
Kritikan tersebut kembali dilontarkan oleh Fahri melalui kicauan Twitternya, Kamis (28/6/2018).
Menurut Fahri, kursi Gubernur Maluku Utara merupakan kursi yang berharga karena didapatkan dalam suasana badai dan prahara.