Tidur selama 13 Hari, Benarkah Gadis Ini Alami Sindrom Putri Tidur?
Siti Raisa Miranda (13) alias Echa telah menjadi seperti Putri Aurora dalam kisah Sleeping Beauty produksi Walt Disney.
Editor: Galih Pangestu Jati
Sejumlah obat sebenarnya telah diujicobakan. Amphetamine misalnya.
• Hilang Sejak Awal Oktober, Mahasiswa UI Ini Tinggalkan Sepucuk Surat, Isinya . . .
Namun, tingkat keberhasilannya hanya 71 persen. Itu pun tak membantu tidur, hanya membantu menenangkan mood.
Obat lain adalah Lithium yang punya tingkat keberhasilan lebih rendah, cuma 41 persen.
Selain dengan obat, Rimawati mengatakan bahwa yang terpenting adalah sikap keluarga, sekolah, serta masyarakat.
"Perlu ada kesadaran bahwa ini memang penyakit, bukan karena si anak ini malas," ungkap Rimawati.
Yang sedikit melegakan, Kleine Levin bisa reda pada usia 20-30 tahun. "Makin dewasa biasanya episodenya (tidur) lebih jarang," sambung Rimawati.
Jika memang menderita itu, maka ada harapan Echa bisa hidup normal di kemudian hari. (Kompas.com/Lutfy Mairizal Putra, Resa Eka Ayu Sartika)
Berita ini telah diterbitkan oleh Kompas.com dengan judul "Menalar Fenomena Tidur 13 Hari Echa, Apa Benar Sindrom Putri Tidur?"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/siti-raisa-miranda-13-atau-echa_20171025_202140.jpg)