Tidur selama 13 Hari, Benarkah Gadis Ini Alami Sindrom Putri Tidur?
Siti Raisa Miranda (13) alias Echa telah menjadi seperti Putri Aurora dalam kisah Sleeping Beauty produksi Walt Disney.
Editor: Galih Pangestu Jati
Gejala lain dari Kleine Levin lebih tak disadari orang sekitar.
Santosh Ramdurg dalam publikasinya di Annual Indian Academy of Neurology pada 2010 menjelaskan, pendeirta Klein Levine bisa mengalami gangguan kognitif, hasrat seksual yang berlebihan, halusinasi, dan gangguan mood.
Meski kemungkinan besar merupakan Kleine Levin, tak menutup kemungkinan Echa mengalami hal berbeda.
"Bisa saja ada sesuatu di otaknya. Bisa juga misalnya ada tumor otak yang letaknya di area yang mengatur tidur," jelasnya ketika dihubungi Kompas.com, Rabu (25/10/2017).
Rima mengatakan, orang yang mengalami depresi juga bisa tidur lama. Namun biasanya tak selama orang yang mengalami Kleine Levin.
Dengan demikian, kemungkinan yang dialami Echa adalah depresi ekstrem bisa dihapus dari daftar dugaan.
Bagaimana Memastikannya?
Untuk memastikan apa yang sedang dialami Echa, Rima mengatakan perlu dilakukan Magnetic Resonance Imaging (MRI) dan CT Scan.
Tujuannya adalah memastikan ada tidaknya kelainan seperti tumor di otak.
"Kalau Kleine-Levin Syndrome ketika di-MRI (Magnetic Resonance Imaging) bersih otaknya.
Mulyadi, ayah Echa, mengaku sudah membawa putrinya ke rumah sakit untuk di CT Scan.
Dua kali melakukannya, Mulyadi mengaku bahwa hasil pemindaian anaknya baik-baik saja.
• Survei Ini Tunjukkan Lebih dari Separuh Perempuan Mengalami Pelecehan di Tempat Kerja
Meski demikian, pemindaian dengan cara lain seperti MRI bisa diupayakan lagi untuk memastikan.
Upaya memastikan seseorang mengalami Kleine Levin, harus dilakukan dengan investigasi pengalaman.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/siti-raisa-miranda-13-atau-echa_20171025_202140.jpg)