Breaking News:

Sebelum Pasutri Pengusaha Garmen Dibunuh, Ada Pria yang Datang 'Memohon-mohon'

Pria berinisial 'Z' dicurigai warga sebagai orang yang diduga otak atau pembunuh pasutri pengusaha garmen. Sebelum kejadian pria itu 'memohon-mohon'.

Editor: Rimawan Prasetiyo
TRIBUN JATENG/IST/KOLASE TRIBUNWOW.COM
Pasangan suami istri Husni Zarkasih (57) dan Zahiya Masrur (54), warga Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat ditemukan tewas dan mayatnya ditemukan di Sungai Klawing, Purbalingga. Polisi selidiki keterlibatan orang dekat korban. 

Kejam! Disiksa Majikan, ART Ini Disuruh Tidur di Atap dan Hanya Makan Kerak Nasi

Selanjutnya, setelah diketahui bahwa Husni dan istrinya tewas dibunuh, keluarga dan kerabat dekat mencoba menghubungi Z, namun teleponnya tidak aktif.

"Langsung (ponselnya) nggak aktif. Nih saya coba telepon juga sekarang nggak aktif," ujar Ir.

Sementara menurut tetangga lainnya, Supandi (38), pelaku juga membawa lagi beberapa barang korban seperi mobil Toyota Altis warna silver dan brankas kecil yang kemungkinan berisi perhiasan dan uang.

Surat-surat rumah beserta perusahaan milik Husni juga tak diketahui rimbanya.

Banyak yang Terkecoh! Coba Tebak dari 7 Potret Ini, Mana Ibu dan Anaknya?

"Surat rumah dan surat perusahaan Pak Husni juga tidak ditemukan, kuat dugaan juga dibawa pelaku," ujar Supandi.

Periksa CCTV

Polisi juga telah memeriksa rekaman CCTV yang terletak di dua titik. Meski begitu, tak banyak informasi yang didapatkan dari rekaman tersebut.

"CCTV hanya bisa menggambarkan bahwa mobil korban keluar mengarah ke jalan kurang lebih jam 20.00, Minggu (10/9) malam. Memang kami melihat hanya satu mobil yang keluar," ujar Lukman.

Pose Jelek Sambil Mangap, Wajah Raline Shah Bikin Terheran-heran

Pelaku yang membawa kabur mobil korban diduga melarikan diri ke arah timur, tempat Husni beserta Zakiyah ditemukan di Sungai Klawing, Bobot Sari, Purbalingga, Jawa Tengah.

Pasutri Zakaria Husni (57) dan Zahiya Masrur (54) yang diduga dibunuh dan dirampok.
Pasutri Zakaria Husni (57) dan Zahiya Masrur (54) yang diduga dibunuh dan dirampok. (KOLASE/WARTA KOTA/TRIBUNWOW.COM)

Ketua RT 11/6, Bendungan Hilir, Satyawan (51) mengatakan polisi mengambil tiga soft copy dua rekaman CCTV di Jalan Pengairan.

CCTV pertama terletak di Jalan Pengairan No 1 dan yang kedua di rumah No 26.

"Ada tiga rekaman yang diambil (polisi) di 2 titik. Jaraknya yang rumah No 1 di ujung jalan mengarah ke Jalan Pejompongan Raya, yang kedua berjarak tiga rumah dari kediaman korban," ucap Satyawan di Jalan D Tondano, Jakarta Pusat, kemarin.

Sumber: Warta Kota
Halaman 3/4
Tags:
Kasus PembunuhanTanah AbangPurbalingga
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved