Breaking News:

Sebelum Pasutri Pengusaha Garmen Dibunuh, Ada Pria yang Datang 'Memohon-mohon'

Pria berinisial 'Z' dicurigai warga sebagai orang yang diduga otak atau pembunuh pasutri pengusaha garmen. Sebelum kejadian pria itu 'memohon-mohon'.

Editor: Rimawan Prasetiyo
TRIBUN JATENG/IST/KOLASE TRIBUNWOW.COM
Pasangan suami istri Husni Zarkasih (57) dan Zahiya Masrur (54), warga Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat ditemukan tewas dan mayatnya ditemukan di Sungai Klawing, Purbalingga. Polisi selidiki keterlibatan orang dekat korban. 

Seorang warga, berinisial Ir (35) menceritakan kejadian tersebut kepada Warta Kota, kemarin. Ir mengaku kenal dengan sosok Z.

Isu yang beredar di lingkungan tetangga, Z diberhentikan oleh Husni lantaran gemar bermain perempuan dan mabuk mabukan.

2 Mayat ditemukan di sungai
2 Mayat ditemukan di sungai (Facebook/Kolase)

Sementara, seperti yang diketahui, Husni merupakan sosok yang agamis dan taat beribadah.

"Rumor yang beredarnya, si Z ini dipecat, karena sering main perempuan dan mabuk ya, sementara bosnya kan orang taat beribadah, udah sering dikasih tahu, tapi masih bandel. Akhirnya dia dipecat." ujar Ir saat ditemui di Jalan Pengairan 21, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (12/9/2017).

Hamil 7 Kali dan Tak Dapat Anak Laki-laki, Pasangan Ini Malah Harus Berurusan dengan Polisi!

Setelah cukup lama bekerja dengan Husni, Z juga difasilitasi sebuah rumah tinggal di kawasan Kedoya, Jakarta Barat.

Setelah diberhentikan, Z pun diminta angkat kaki dari rumah korban yang ditempatinya.

"Setelah dipecat abis lebaran lalu, Z juga disuruh pindah dari rumah Pak Husni yang ada di Kedoya," ujar Ir.

Orang Purbalingga

Hal yang menguatkan dugaan warga adalah bahwa kampung halaman Z adalah di Purbalingga, Jawa Tengah, tempat dimana jenazah Husni dan Zakiyah Masrur ditemukan di Sungai Klawing, Plumbungan, Bobot Sari, Purbalingga.

Pevita Pearce Unggah Foto Bersama Pria, Netizen: Apakah Akan Jadi Hari Patah Hati Nasional Part 2?

"Z itu kampungnya di Purbalingga," ujar Ir.

Menurut Ir, setelah dipecat Z sempat kembali ke rumah Husni guna memohon untuk menempati fasilitas rumah di Kedoya.

Namun, permohonan Z itu ditolak oleh bosnya.

"Ya kan si Z sudah tidak bekerja lagi, jadi ditolak mau tetap tinggal di sana. Belum lagi si Z sering cekcok juga sama anak pertama Pak Husni yang namanya Gilang," ungkapnya.

Sumber: Warta Kota
Halaman 2/4
Tags:
Kasus PembunuhanTanah AbangPurbalingga
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved