Teroris 'Lone Wolf' Marak, Ternyata Ini Motivasinya!
Berbagai penyerangan terhadap anggota kepolisian belakangan ini, mempopulerkan istilah teroris “lone wolf”atau teroris yang bekerja sendiri.
Editor: Galih Pangestu Jati
Lalu membentuk komunitas yang eksklusif.
Nasir menambahkan, teroris “lone wolf” ini sebenarnya tidak harus beraksi dengan bom.
Bisa juga menggunakan pisau atau misalnya kendaraan seperti yang terjadi di Eropa.
Nasir mengatakan, sebenarnya banyak orang yang mencari informasi radikalisme di internet.
Selanjutnya, tergantung motivasinya.
Ada yang termotivasi untuk melakukan teror ada yang tidak.
“Rupanya ada orang-orang tertentu yang dia ingin segera mati. Tidak harus masuk surga. Tapi misalnya karena dia banyak utang,” kata Rikwanto.
Gila! Tak Terima Diputus Hubungan, Pemuda Ini Tanam Bom di Mobil Mantan Pacarnya!
Teroris semacam ini juga bisa berasal dari orang yang putus asa.
Mungkin dia seorang preman yang banyak dosa.
“Lalu ada yang mengatakan, dosamu akan bisa dihapus kalau mau mati sahid,” kata Nasir Abbas.
Maka waspadailah orang-orang dengan kondisi seperti itu di sekitar kita. (Intisari/Tjahjo Widyasmoro)
Berita ini telah diterbitkan oleh Intisari dengan judul "Marak Teroris "Lone Wolf", Mereka Putus Asa Lalu Kepingin Cepat Masuk Surga"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/teroris-di-sumut_20170625_192656.jpg)