Jauh dari Ingar-Bingar Dunia, Inilah Makna dari Hari Raya Nyepi!
Untuk masyarakat yang tidak merayakan hari raya besar agama Hindu ini, tentu jarang mengetahui apa makna dari perayaan Hari Raya Nyepi ini.
Penulis: Natalia Bulan Retno Palupi
Editor: Galih Pangestu Jati
Alam kemudian bebas bergerak sesuai rotasinya tanpa campur tangan manusia.
Alam akan berotasi dan berproses tanpa campur tangan manusia saat Nyepi, tidak dipaksakan sesuai keinginan manusia.
Alam dikembalikan pada kemurnian dan harmonisasi yang alami
Sudiana juga mengatakan saat Nyepi, manusia dan semesta sama-sama mencari keseimbangan dan memperbaikinya diri dalam relasinya, sebab jika manusia rusak alam pasti rusak, sebaliknya jika alam rusak pasti manusianya juga rusak.
Di sanalah letak keseimbangannya,
Saat menjalani Nyepi, lanjut dia, umat Hindu memiliki empat pantangan yang tidak boleh dilanggar.
Biasa disebut dengan Catur (Brata) Penyepian.
Baca: Meski Menyeramkan, Ternyata Ogoh-Ogoh Punya Makna yang Dahsyat! Cari Tahu, Yuk!
Berikut empat pantangan tersebut yang merupakan filosofi dari keheningan yang dilakukan.
1. Tidak boleh menyalakan api (amati Geni)
Api adalah simbol hawa nafsu.
Pada hari Nyepi, umat Hindu berkontemplasi tanpa menyalakan api atau adanya cahaya untuk mengendalikan hawa nafsu yang disimbolkan dengan api.
2. Tidak bekerja (amati Karya)
Umat Hindu kembali melakukan evaluasi dalam suasana hening tentang apa yang sudah dikerjakan, apakah sudah sesuai dengan kemampuan dan perhitungan yang matang.
Manusia pada dasarnya perlu istirahat dan tidak bekerja secara berlebihan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/pecalang_20170327_210218.jpg)