Jauh dari Ingar-Bingar Dunia, Inilah Makna dari Hari Raya Nyepi!
Untuk masyarakat yang tidak merayakan hari raya besar agama Hindu ini, tentu jarang mengetahui apa makna dari perayaan Hari Raya Nyepi ini.
Penulis: Natalia Bulan Retno Palupi
Editor: Galih Pangestu Jati
Sehari sebelum Nyepi, umat Hindu melaksanakan upacara Buta Yadnya di segala tingkatan masyarakat.
Buta Yadnya itu masing-masing bernama Panca Sata (kecil), Panca Sanak (sedang) dan Tawur Agung (besar).
Tawur atau pecaruan merupakan penyucian Buta Kala dan segala kekotoran diharapkan sirna semuar.
Baca: Selamat! Liam One Direction Kedatangan Anggota Keluarga Baru, Lihat Fotonya!
Mecaru diikuti oleh upacara pengerupukan, yaitu menyebar nasi tawur, mengelilingi rumah dengan obor, menyemburi rumah dan pekarangan dengan mesiu, serta memukul benda-benda apa saja (biasanya kentongan) hingga bersuara ramai/gaduh.
Tahapan ini dilakukan untuk mengusir Buta Kala dari lingkungan rumah, pekarangan, dan lingkungan sekitar.
Khusus di Bali, pengrupukan biasanya dimeriahkan dengan pawai ogoh-ogoh yang merupakan perwujudan Buta Kala yang diarak keliling lingkungan, dan kemudian dibakar.
Tujuannya sama, yaitu mengusir Buta Kala dari lingkungan sekitar.
Baca: Waduh! Bukan Cuma Diabetes, Konsumsi Gula Berlebih Ternyata Juga Bikin Pelupa
Dilansir dari Kompas.com, Ketua Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Bali, I Gusti Ngurah Sudiana menjelaskan tentang perayaan umat Hindu ini.
Ia mengatakan bahwa Hari Raya Nyepi mengajarkan umatnya untuk mengutamakan hidup dalam suasana damai yang hening dan harmonis.
Melalui Nyepi, manusia mengevaluasi kembali relasi antara manusia dengan manusia, manusia dengan Tuhan penciptanya, serta manusia dengan alam atau dikenal dengan Trihita Karan, dengan berkontemplasi dan menjalani berbagai pantangan agar mengalami 'pemutihan' diri.
Dalam hening, manusia mendapat kesempatan untuk melihat kembali kehidupan masa lalu untuk menyongsong masa depan.
Saat Nyepi, manusia menghentikan segala aktivitas rutin sehari-hari.
Baca: Ngeri! Makeup Artis Nyaris Meninggal Karena Cat Rambut
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/pecalang_20170327_210218.jpg)