Tanya Jawab Kesehatan
Bagaimana Pengobatan Bayi HIV? Simak Penjelasan dr. Restu Farida, Sp.Pd, M.Kes, Finasim
Begini jawaban Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUD Ibu Fatmawati Soekarno dr. Restu Farida, Sp.Pd, M.Kes, Finasim mengenai HIV.
Penulis: Magang TribunWow
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Pengobatan HIV pada bayi baru lahir adalah langkah penting yang tidak boleh ditunda.
Di masa-masa awal kehidupan, tubuh bayi masih sangat rentan.
Dengan demikian, pengobatan yang tepat menjadi kunci untuk mencegah perkembangan infeksi dan menurunkan risiko jangka panjang.
Baca juga: Apa Itu Virus HIV/AIDS? Simak Penjelasan dr. Restu Farida, Sp.Pd, M.Kes, Finasim
Pertanyaan:
Bagaimana pengobatan bayi HIV?
Begini jawaban Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUD Ibu Fatmawati Soekarno dr. Restu Farida, Sp.Pd, M.Kes, Finasim dalam podcast kesehatan "Healthy Talk" dalam kanal YouTube Tribunnews.com.
Jawaban:
Bayi yang baru lahir diberi profilaksis atau obat pencegah.
Profilaksis diberikan selama enam minggu.
Jika bayi diberi susu formula, maka profilaksisnya ada satu macam saja.
Sedangkan jika bayi diberi asi, maka ada dua jenis profilaksis yang diberikan.
Baca juga: Apa Saja Risiko jika Imunisasi Anak Tak Lengkap? Simak Jawaban dr. Aisya Fikritama, Sp. A
Setelah itu, bayi diberi kotrimoksazol guna mencegah terjadinya infeksi sekunder dari bakteri penyebab pneumonia.
Setelah enam minggu, jika bayi positif tertular HIV, maka diberi ARV khusus bayi.
Bayi yang terjangkit HIV dengan stadium lanjut bisa terganggu tumbuh kembangnya karena infeksi yang mungkin muncul, seperti jamur di rongga mulut, bakteri TBC, hingga radang paru-paru.
(TribunWow.com/Peserta Magang dari Universitas Sebelas Maret Surakarta/Orisa Sativa Hapsari)
Sumber: TribunWow.com
| Waspadai 2 Jenis Risiko Stroke, Ini Penjelasan Dokter Spesialis Neurologi |
|
|---|
| Kenali Gejala Stroke dari Senyum Tak Simetris hingga Bicara Pelo, Ini Penjelasan Dokter Spesialis |
|
|---|
| Stroke Bukan Lagi Penyakit Lansia, Dokter Spesialis Neurologi Jelaskan Penyebabnya |
|
|---|
| Psoriasis Bisa Berbahaya jika Tidak Segera Diobati, Dokter Spesialis Dermatologi Ungkap Dampaknya |
|
|---|
| Kenapa Ketombe Makin Parah jika Stres & Jarang Keramas? Ini Penjelasan Dokter Spesialis Dermatologi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/Healthy-Talk-pengertian-HIVAIDS-bersama-dr-Restu-Farida-SpPd-MKes-Finasim.jpg)