Tanya Jawab Kesehatan
Apakah Ibu Hamil yang Terkena HIV Bisa Melahirkan Secara Normal? Ini Kata dr. Restu Farida
Begini jawaban Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUD Ibu Fatmawati Soekarno dr. Restu Farida, Sp.Pd, M.Kes, Finasim mengenai HIV.
Penulis: Magang TribunWow
Editor: Tiffany Marantika Dewi
TRIBUNWOW.COM - Saat terserang virus HIV, tubuh akan menjadi rentan untuk terkena berbagai macam infeksi.
Ketika seorang ibu hamil terkena HIV, pertanyaan terbesar yang mungkin muncul adalah apakah ia masih bisa melahirkan secara normal.
Baca juga: Apa Itu Virus HIV/AIDS? Simak Penjelasan dr. Restu Farida, Sp.Pd, M.Kes, Finasim
Sebenarnya, keputusan cara lahir sangat bergantung pada kondisi medis ibu.
Pertanyaan:
Apakah Ibu Hamil yang Terkena HIV bisa melahirkan secara normal?
Begini jawaban Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUD Ibu Fatmawati Soekarno dr. Restu Farida, Sp.Pd, M.Kes, Finasim dalam podcast kesehatan "Healthy Talk" dalam kanal YouTube Tribunnews.com.
Jawaban:
Ya, ibu dengan HIV bisa melahirkan secara normal, tetapi harus memenuhi syarat medis tertentu.
Syaratnya adalah viral load (jumlah virus) harus di bawah 1.000 kopi per mm⊃3;.
Jumlah tersebut bisa dicapai jika sang ibu minum ARV (antiretroviral) secara teratur selama minimal 6 bulan, sehingga virus dapat ditekan.
Baca juga: Bagaimana Cara Menangani Infeksi HIV? Simak Penjelasan dr. Restu Farida, Sp.Pd, M.Kes, Finasim
Jika viral load masih tinggi (lebih dari 1.000 kopi), maka persalinan yang dianjurkan adalah operasi caesar (SC) untuk mengurangi risiko penularan ke bayi.
Jika ibu baru terdiagnosis HIV menjelang persalinan dan viral load tidak diketahui, dokter juga akan memilih operasi caesar karena faktor keamanan.
Jadi, ibu hamil yang terkena HIV tidak harus caesar selama virus terkendali.
Dengan demikian, rutin check-up dan memantau viral load adalah hal penting yang harus dilakukan sang ibu.
(TribunWow.com/Peserta Magang dari Universitas Sebelas Maret Surakarta/Orisa Sativa Hapsari
Sumber: Tribunnews.com
| Waspadai 2 Jenis Risiko Stroke, Ini Penjelasan Dokter Spesialis Neurologi |
|
|---|
| Kenali Gejala Stroke dari Senyum Tak Simetris hingga Bicara Pelo, Ini Penjelasan Dokter Spesialis |
|
|---|
| Stroke Bukan Lagi Penyakit Lansia, Dokter Spesialis Neurologi Jelaskan Penyebabnya |
|
|---|
| Psoriasis Bisa Berbahaya jika Tidak Segera Diobati, Dokter Spesialis Dermatologi Ungkap Dampaknya |
|
|---|
| Kenapa Ketombe Makin Parah jika Stres & Jarang Keramas? Ini Penjelasan Dokter Spesialis Dermatologi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/Healthy-Talk-pengertian-HIVAIDS-bersama-dr-Restu-Farida-SpPd-MKes-Finasim.jpg)