Breaking News:

Tanya Jawab Kesehatan

Bagaimana Cara Menangani Infeksi HIV? Simak Penjelasan dr. Restu Farida, Sp.Pd, M.Kes, Finasim

Begini penjelasan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Rumah Sakit Umum Daerah Ibu Fatmawati Soekarno dr. Restu Farida, Sp.Pd, M.Kes, Finasim mengenai HIV.

Penulis: Magang TribunWow
Editor: adisaputro
YouTube/Tribun Health
PENANGANAN HIV - Begini penjelasan dr. Restu Farida, Sp.Pd, M.Kes, Finasim mengenai HIV. Diakses pada Rabu (3/12/2025) 

TRIBUNWOW.COM - HIV (human immunodeficiency virus) adalah virus yang menyerang kekebalan tubuh sehingga tubuh menjadi lebih rentan terhadap infeksi.

HIV masih menjadi salah satu isu kesehatan yang membutuhkan perhatian serius.

Meskipun pengetahuan masyarakat semakin berkembang, banyak orang yang belum memahami bagaimana proses penanganan dilakukan setelah seseorang dinyatakan positif.

Pemahaman ini penting agar pasien, keluarga, dan masyarakat dapat melihat HIV sebagai kondisi yang bisa dikendalikan dengan perawatan yang tepat.

Baca juga: Apa Kriteria Mulai Pulih dari Stroke? Simak Jawaban dr. Igor Hermando, Sp.S., FIMN., M.Kes., AIFO-K

Pertanyaan:

Lantas, bagaimana cara menangani infeksi HIV?

Begini penjelasan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Rumah Sakit Umum Daerah Ibu Fatmawati Soekarno dr. Restu Farida, Sp.Pd, M.Kes, Finasim dalam podcast kesehatan "Healthy Talk" dalam kanal YouTube Tribunnews.com

Jawaban:

Setelah didiagnosis HIV, langkah pertama yang harus segera dilakukan adalah menjalani terapi ARV (Antiretroviral).

Obat ARV harus diminum seumur hidup.

Obat ARV berfungsi untuk menekan replikasi virus HIV di dalam tubuh dan membantu mencegah perkembangan penyakit menuju fase AIDS.

Selain itu, obat ARV juga mempunyai peran untuk menjaga jumlah virus tetap sangat rendah, bahkan bisa sampai tidak terdeteksi, tetapi bukan berarti virus hilang sepenuhnya.

Baca juga: Apa Faktor Paling Umum Terbentuknya Batu Ginjal? Simak Jawaban dr. Mega Anara, Sp. U

Sampai sekarang belum ada obat yang bisa menghilangkan HIV secara total.

Oleh karena itu, ARV menjadi pengobatan utama untuk mengontrol kondisi pasien.

Pengobatan tidak boleh dihentikan, termasuk pada kondisi tertentu seperti ketika pasien sedang hamil.

Pemberian ARV pada ibu hamil bertujuan menjaga kesehatan ibu dan menurunkan risiko penularan HIV ke janin.

(TribunWow.com/Peserta Magang dari Universitas Sebelas Maret Surakarta/Orisa Sativa Hapsari)

Sumber: Tribunnews.com
Tags:
HIVTips Kesehatandr. Restu Farida
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved