Pelajar Semarang Tewas Ditembak

Polisi Ambil Rekaman CCTV saat Aipda Robig Tembak Pelajar di Semarang hingga Tewas, Hanya 20 Detik

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Bendera kuning di gang masuk rumah korban di Kembangarum, Semarang Barat, Kota Semarang, Senin (25/11/2024). Foto: Poster ucapan duka dari teman-teman paskibra korban.

TRIBUNWOW.COM - GRO (17) meninggal dunia setelah ditembak oleh Aipda Robig Zaenudin pada Minggu (24/11/2024).

Saat ini, Polda Jawa Tengah masih mendalami kasus yang juga menyebabkan 2 siswa di SMK Semarang terluka dan 1 orang meningga tersebut.

Siswa berinisial GRO (17) dinyatakan tewas usai mengalami luka tembak di pinggul, sedangkan dua siswa lain selamat.

Baca juga: Prarekonstruksi Versi Polisi dalam Kasus Pelajar SMK Tewas Tertembak, 4 Tersangka Turut Dibawa

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto, menyatakan video penembakan yang dilakukan Aipda Robig Zaenudin (38) diamankan penyidik.

Video tersebut tak disebarkan lantaran proses penyelidikan masih berjalan.

"(Jangan) Itu sebagai alat kita untuk proses hukum. Bukti kita jangan sampai (keluar) lalu menjadi konsumsi banyak orang," ungkapnya, Rabu (27/11/2024).

Berdasarkan keterangan pelaku, ketiga siswa sempat melakukan penyerangan sehingga tembakan diletuskan.

Penyidik juga enggan mengungkap lokasi penembakan.

"(Nembaknya) pakai senjata organik. Dimiliki oleh yang bersangkutan (Aipda Robig)," sambungnya.

Baca juga: Apakah Pelajar di Semarang yang Tewas Ditembak Polisi Ada Niatan untuk Membunuh? Ini Kata Kriminolog

Kapolrestabes Semarang, Kombes Irwan Anwar mengatakan, menjelaskan aksi penembakan Aipda Robig terekam kamera CCTV dan menjadi barang bukti penting.

Siswa berinisial SA dan AD dinyatakan selamat meski peluru mengenai tubuh mereka.

"Jadi  tembakan menyerempet badan korban pertama dan kedua. Jadi dari samping," ucapnya.

Irwan akan menunjukkan video aksi penembakan setelah proses penyelidikan selesai.

"Video penembakannya lengkap. Nanti akan disampaikan," katanya.

Sebelumnya, karyawan minimarket bernama Penataran Reza (21) mengatakan polisi mengambil rekaman CCTV pada Senin (25/11/2024).

Halaman
1234