Kasus Vina Cirebon

Cerita Pemandi Jenazah soal Kondisi Jasad Vina 2016 Silam, Ada yang Berbeda dengan Keterangan Polisi

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Korban pembunuhan geng motor, Vina yang terjadi 8 tahun lalu. Kondisi jasad Vina Cirebon saat meninggal dunia, kini dibeberkan oleh Euis, sang pemandi jenazah.

TRIBUNWOW.COM - Kondisi jasad Vina Cirebon saat meninggal dunia, kini dibeberkan oleh Euis, sang pemandi jenazah.

Dari keterangan Euis, ada empat luka yang ada di tubuh Vina yang tewas 2016 silam.

Tubuh kekasih Eky itu disebut memiliki banyak luka pada bagian kepala hingga kaki.

Baca juga: Iptu Rudiana Terancam Dipecat dari Jabatannya karena 7 Terpidana Pembunuhan Vina Cirebon Ajukan PK

Tak hanya itu, Euis juga menepis pernyataan polisi, soal luka tusukan atau bahkan luka karena tebasan samurai.

Luka pertama ada di bagian kepala.

Euis menyebut Vina mengalami luka yang cukup parah di bagian kepalanya.

Kedua, kata Euis, kondisi tangan dan kaki Vina saat itu remuk.

"Soalnya kakinya tuh Pak, remuk semua ini tulangnya saya mandiin tuh."

"Terus tangannya, terus kepalanya," kata Euis dalam wawancara dengan Dedi Mulyadi yang tayang di YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel pada Jumat (19/7/2024), dilansir TribunJakarta.com.

Ketiga, Euis memastikan di tubuh Vina tak ada luka tusukan, apalagi luka bekas samurai seperti yang disebutkan Polda Jabar dalam sidang praperadilan Pegi Setiawan.

Dengan kondisi tubuh Vina saat itu, Euis pun meyakini Vina adalah korban pembunuhan.

Namun bisa Euis pastikan, Vina tak ada satupun luka tusukan yang ada di tubuhnya.

"Habisnya saya mandiin tuh gak ada luka tusukan."

"Percaya dibunuh, tapi gak pakai (ditusuk) pisau pisau, gak ada. Habisnya saya mandiin tuh gak ada luka tusukan," terang Euis.

Keempat, Vina juga mengalami luka dibagian alat vitalnya.

Menurut Euis, alat vital Vina dalam kondisi robek, serta mengeluarkan lendir dan darah.

"Saya kan mandiin, maaf ya Pak, namanya mandiin mayat kan Pak ya. Sobek (alat vital Vina)," imbuh Euis.

Keterangan Polda Jabar

Sebelumnya, pada saat sidang praperdilan Pegi Setiawan, tim kuasa hukum Polda Jabar menjawab gugatan dengan menjabarkan keterangan para saksi.

Satu di antara saksi yang dibacakan adalah keterangan dari terpidana kasus Vina, Sudirman.

Dalam keterangan itu, Vina disebutkan dirudapaksa dan setelahnya ditusuk menggunakan samurai.

"Korban perempuan (Vina) juga dipukuli oleh tiga orang teman-teman saksi, yaitu, saudara Andika, Pegi, dan Dani."

"Kemudian korban perempuan dirudapaksa oleh saksi dan teman-teman saksi secara bergiliran."

"Setelah saksi dan teman-teman selesai memrudapaksa perempuan tersebut, kemudian perempuan tersebut ditusuk pakai samurai oleh Saudara Pegi pada bagian punggung dan Saudara Andika melempar korban menggunakan batu."

"Kemudian keduanya dibawa kembali ke jembatan layang," kata kuasa hukum Polda Jabar saat sidang praperadilan Pegi, Selasa (2/7/2024).

Baca juga: Keberadaan Aep yang Mengaku Saksi Pembunuhan Vina Cirebon Jadi Sorotan setelah Pegi Bebas, Kemana?

Tak hanya pada argumen Polda Jabar, putusan pengadilan para terpidana juga menyebutkan Vina ditusuk menggunakan samurai.

Seperti diketahui, kasus Vina dan Eky di Cirebon, Jawa Barat, yang terjadi pada Sabtu 27 Agustus 2016 silam, sudah berproses hukum dengan vonis pembunuhan berencana.

Ada delapan pemuda yang ditangkap dan kemudian divonis hingga menjalani pidana penjara.

Mereka adalah Rivaldi Aditya Wardana, Eko Ramdani (Koplak), Hadi Saputra (Bolang), Eka Sandy (Tiwul), Jaya (Kliwon), Supriyanto (Kasdul), Sudirman, dan Saka Tatal.

Seluruhnya divonis penjara seumur hidup, kecuali Saka Tatal, yang hanya divonis delapan tahun penjara karena saat peristiwa masih usia anak, dan sudah bebas sejak 2020.

Diketahui, Vina bersama kekasihnya Eky merupakan korban pembunuhan di Cirebon pada 2016 lalu.

Jasad Vina dan Eky pun ditemukan di Fly Over Talun, Cirebon, Jawa Barat pada 27 Agustus 2016. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul 4 Luka di Jasad Vina Diungkap Pemandi Jenazah: Tangan dan Kaki Remuk, Tak Ada Luka Tusukan Samurai