Di titik tersebut, petugas melakukan penyemprotan cat untuk menggambarkan posisi tubuh korban yang tergeletak.
Sementara di lokasi utama di Gang Bhakti 1 Kampung Karya Bhakti, Cirebon, telah dipasang garis polisi.
Adapun keluarga Pegi Setiawan, yang terdiri dari Ibunda Pegi dan dua adiknya turut menghadiri prerekonstruksi tersebut.
Mereka didampingi kuasa hukumnya, Sugianti Iriani.
Melalui prakontruksi ini, diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kejadian pembunuhan tersebut dan membantu proses penyelidikan lebih lanjut.
3. Keluarga Pegi Kecewa Prarekonstruksi Digelar Tanpa Pemberitahuan
Sementara itu, keluarga Pegi Setiawan merasa kecewa terhadap langkah petugas kepolisian yang menggelar prarekonstruksi kasus Vina Cirebon pada Rabu malam.
Pasalnya, menurut keluarga Pegi, gelaran prarekontruksi tanpa pemberitahuan.
Pihak keluarga tersangka juga mengeluhkan Pegi yang diduga berada di mobil, tidak diturunkan.
"Sangat kecewa, karena tidak ada pemberitahuan (prarekonstruksi)," kata Kartini, ibu kandung Pegi, saat melihat prarekonstruksi di depan SMPN 11 hingga ke Jembatan Talun, Rabu malam.
Ia juga tidak mengetahui apakah Pegi dihadirkan atau tidak.
Baca juga: 5 Terpidana Kasus Vina Tak Mengaku soal Pegi sebagai Pelaku, Hanya 1 Saksi yang Sebut Ia Terlibat
4. Reaksi Warga Sekitar Saksikan Prarekontruksi
Prarekontruksi yang digelar tim penyidik Ditreskrimum Polda Jabar atas kasus pembunuhan Vina dan Eki pada Rabu kemarin, turut disaksikan ratusan warga.
Sejumlah warga beberapa kali meneriaki tersangka yang baru saja tertangkap, yakni Pegi Setiawan, dengan seruan "tidak bersalah".
Teriakan itu terdengar sejak awal prarekonstruksi di Jalan Perjuangan, tepatnya di depan SMPN 11 Cirebon, hingga di Jembatan Talun.