"Lagi-lagi faktor capres dan cawapres yang diusungnya. Penurunan dari partai di koalisi Ganjar-Mahfud MD ini cukup besar dibandingkan partai di koalisi lainnya," ujar Yohanes dikutip dari Kompas TV, Rabu (13/12/2023).
Hal serupa juga terjadi pada Partai Gerindra yang mengalami kenaikan.
Bahkan, hampir semua koalisi pengusung Prabowo Subianto - Gibran Rakabuming Raka mengalami kenaikan.
"Saat ini pemilih itu sudah mulai melihat pilihan partai ini berdasarkan konsolidasi dari koalisi atau capres-cawapres yang diusungnya," ujar Yohanes.
"Kita lihat bahwa di koalisi paslon 02 Prabowo-Gibran ini sebagian besar partainya ini mengalami efek ekor jas."
Baca juga: Hasil Survei LSI Denny JA, Ganjar Hanya Unggul di PDIP, Pemilih PPP Condong ke Prabowo dan Anies
Hasil Survei
Hasil survei elektabilitas partai untuk Pemilu 2024 mengalami perubahan signifikan di posisi puncak berdasarkan dua lembaga.
Di mana PDIP dan Partai Gerindra adalah dua partai pemenang pada Pemilu 2019 lalu.
Namun, posisi PDIP di posisi puncak mulai tergeser oleh Partai Gerindra berdasarkan lembaga survei Litbang Kompas dan LSI Denny JA.
Dikutip dari Kompas.com, Litbang Kompas merilis hasil elektabilitas sejumlah partai politik, Selasa (12/12/2023).
Sejumlah partai mengalami penurunan jika dibandingkan dengan survei Litbang Kompas pada Agustus 2023.
Kenaikan juga terjadi pada partai pimpinan Prabowo Subianto, yakni Partai Gerindra.
Hasilnya, Partai Gerindra mendominasi perolehan dengan 21,9 persen suara.
Disusul PDIP dengan 18,3 persen dan Partai Golkar dengan 8 Persen.
Perolehan itu bisa berpotensi menggeser dominasi PDIP selama 2 pemilu terakhir.
Baca juga: 4 Survei Elektabilitas Capres-Cawapres di Jawa Barat, Prabowo-Gibran Unggul, Ganjar-Mahfud Terbawah