3. Kata Adik Candra
Sementara itu dikutip dari Tribun Lampung, Adik Candra yang bernama Agung Krisdiandy Harianja mengatakan, kakaknya Candra terpaksa melakukan aksi membentangkan sepanduk untuk meminta kapolri menangkap semua pelaku pembunuhan ayahnya.
"Benar kakak saya terpaksa membentangkan spanduk tersebut karena kami harap polri bisa menangkap pelaku yang membunuhmu ayah kami," ujar warga Kampung Gedung Bandar Rahayu, Kecamatan Gedung Meneng, Kabupaten Tulangbawang tersebut, Minggu (19/11/2023).
Ia mengaku, kakaknya membentangkan spanduk yang ditujukan kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Adapun tulisan tersebut "PAK KAPOLRI. TOLONG SAYA !! TANGKAP SEMUA PELAKU PEMBUNUH BAPAK SAYA ALM. PEMBADI HARIANJA.TULANGBAWANG-LAMPUNG #BANTUKAWALKASUSINI".
Agung mengatakan, kakaknya melakukan hal tersebut pada saat wisuda karena keluarga kecewa dengan penanganan dari penyidik kepolisian dalam kasus orang tuanya.
"Sampai saat ini belum ada lagi kelanjutannya dan pelaku lainnya juga belum ditangkap," kata Agung.
Keluarga menduga pelaku ada tiga sampai empat orang dalam pembunuhan ayahnya.
"Ayah dibunuh pada 17 Agustus 2023 dan ditemukan tiga hari meninggal dunia pada 20 Agustus 2023," kata Agung.
Agung mengaku, orang tuanya tersebut meninggal dibunuh di dalam sumur dengan kondisi badan arah bawah dan sudah terapung.
"Ayah ada luka bagian kepala, dada memar, paha memar dan ada beberapa luka di wajahnya,"
"Perampokan di rumah ayah, karena barang hilang, seperti surat tanah, surat mobil, uang tunai, surat deposito hingga kartu ATM juga raib," terangnya.
Adapun tersangka yang baru ditangkap satu orang dan harapannya pelaku lainnya cepat diungkap.
Baca juga: Viral Pelatih Persekat Tegal Ketinggalan Bus setelah Bertanding di Lamongan, Begini Kronologinya
4. Penjelasan Polisi
Sementara itu, Wakil Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Lampung AKBP Hamid Andri Soemantri memaparkan, kasus pembunuhan ini terjadi pada 17 Agustus 2023 lalu di kediaman korban di Kampung Bandar Rahayu, Tulang Bawang.