TRIBUNWOW.COM - Pimpinan Ponpes Al Zaytun Panji Gumilang memberikan penjelasan terkait isu-isu yang berkembang mengenai lembaga pendidikannya.
Dilansir TribunWow.com, Panji Gumilang membantah keras pernyataan yang menyebut pihaknya melarang santri menunaikan ibadah haji ke Arab Saudi.
Apalagi mewajibkan mengganti ibadah haji tersebut dengan tawaf mengelilingi kompleks Ponpes Al Zaytun menggunakan mobil.
Baca juga: Nyatakan Ponpes Al Zaytun Gerakan Makar, Mantan Pengurus Sebut Diajari Lempar Jumrah Pakai Sak Semen
"Itulah dalam rangka menyudutkan orang. Lha kalau itu dipercayai kacau dunia," ujar Panji Gumilang dikutip kanal YouTube METRO TV, Rabu (28/6/2023).
"Ya sangat tidak benar. Bagaimana, saya ini muslim. Mana boleh ada cerita macam itu."
Mengenai ritual yang disebut tawaf, Panji Gumilang menjelaskan bahwa istilah tersebut diambil dari bahasa Arab yang artinya berkeliling atau mengelilingi.
"Adapun orang yang datang ke sini kami suruh tawaf, tawaf itu artinya keliling, berputar-putar. Ini bahasa Arab," beber Panji Gumilang.
Baca juga: Kontroversi Al Zaytun Belum Usai, Kini Viral Ponpes Al Kafiyah Salat Dipimpin Wanita, Cuma Konten?
Sekali lagi, ia membantah kegiatan tersebut berkaitan dengan ibadah haji yang dijalankan di Arab Saudi.
Menurut Panji Gumilang, tujuan dari tawaf tersebut adalah untuk mengenalkan pendatang pada lokasi dan fasilitas di Ponpes tersebut.
"Ini hlo tempat makan, ini hlo tempat produksi pangan, ini hlo tempat kegiatan IT, diterangkan," jelas Panji Gumilang.
"Itu namanya berputar-putar, bahasa Arab-nya tawaf."
Panji Gumilang juga membantah adanya kewajiban lempar jumroh saat menunaikan haji di Ponpes Al Zaytun yang diganti dengan melempar sak semen.
Dengan wajah heran, ia menjelaskan bahwa Ponpes Al Zaytun menerima sumbangan berupa sak semen, bukan untuk mengganti lempar jumroh.
Daripada uang yang rawan digelapkan, Panji Gumilang memilih material bangunan yang bisa langsung dipakai dan harganya bisa naik turun sewaktu-waktu.
"Bagaimana ada aturan seperti itu? Kalau mau sodakoh, jangan kasih uang, kasih semen, begitu," beber Panji Gumilang.